BPS Catat Impor RI Selama Agustus 2017 Turun

Reporter

Editor

Presiden Joko Widodo melihat hasil kerajinan tembaga saat peluncuran fasilitas kebijakan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor untuk Industri Kecil dan Menengah (KITE IKM) di Tumang, Boyolali, Jawa Tengah, 30 Januari 2017. ANTARA FOTO

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik mencatat impor Indonesia pada Agustus 2017 menurun tipis 2,88 persen dibandingkan Juli 2017. Nilainya turun dari US$ 13,89 miliar menjadi US$ 13,49 miliar. Sementara dibandingkan Agustus 2016, nilainya meningkat 8,89 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto mengatakan penurunan nilai impor dipicu turunnya nilai impor nonmigas sebesar US$ 580,6 juta atau 4,80 persen. "Walaupun impor migas meningkat," kata dia di kantornya, Jumat, 15 September 2017.

Impor migas naik US$ 180,8 juta atau 10,16 persen dibandingkan Juli 2017. Nilainya mencapai US$ 1,96 miliar. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, impor migas naik 9,11 persen.

Suhariyanto mengatakan kenaikan impor migas dipicu naiknya nilai impor minyak mentah sebesar US$ 119,8 juta atau 20,41 persen. Impor hasil minyak pun naik US$ 62,8 juta atau 6,25 persen. Sebaliknya, impor gas menurun US$ 1,8 juta atau 0,96 persen.

Nilai impor kumulatif Januari-Agustus 2017 sebesar US$ 99,68 miliar atau naik 14,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan terjadi pada impor migas dan non migas masing-masing US$ 3,3 miliar dan US$ 8,9 miliar.

Peningkatan impor migas disebabkan oleh naiknya impor hasil minyak US$ 2,8 miliar atau 43,90 persen dan gas US$ 605,8 juta atau 58,33 persen. Namun impor minyak mentah turun US$ 96 juta atau 2,14 persen.

Volume impor Agustus 2017 meningkat 4,88 persen atau 658,2 ribu ton. Kenaikan tersebut dipicu naiknya volume migas dan non migas masing-masing 266,3 ribu ton dan 391,9 ribu ton.

Kenaikan volume impor migas disebabkan naiknya volume impor minyak mentah 338 ribu ton dan hasil minyak 8,4 ribu ton. Sedangkan volume impor gas turun 80,1 ribu ton.

Volume impor secara kumulatif Januari-Agustus 2017 mencapai 2.862,6 ribu ton atau naik 2,83 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Kondisi tersebut dipicu naiknya volume impor migas sebesar 730,4 ribu ton dan nonmigas sevesar 2.132,2 ribu ton.

Komoditas impor yang paling banyak mengalami peningkatan adalah golongan buah-buahan yaitu sebesar US$ 63,6 juta atau 277,73 persen. Komoditas lainnya adalah bahan kimia organik US$ 61,7 juta atau 13,74 persen, binatang hidup US$ 44,1 juta atau 116,05 persen, serta susu, mentega, telur US$ 30,6 juta atau 46,22 persen. Sementara mesin dan peralatan listrik US$ 28,2 juta atau 1,81 persen.

Sementara golongan perhiasan dan permata, menurut BPS, mengalami penurunan tertinggi yaitu US$ 184,1 juta atau 71,77 persen. Golongan lainnya yang mengalami penurunan adalah kendaraan dan bagiannya sebesar US$ 94,5 juta atau 13,09 persen, perangkat optim US$ 87,7 juta atau 28,04 persen, pupuk US$ 86,9 juta atau 42,79 persen, dan kapas US$ 52,2 juta atau 23,91 persen.

VINDRY FLORENTIN






Inflasi November Turun jadi 5,42 Persen, BPS: Tertinggi di Tanjung Selor

2 jam lalu

Inflasi November Turun jadi 5,42 Persen, BPS: Tertinggi di Tanjung Selor

BPS mencatat inflasi per November 2022 sebesar 5,42 persen secara tahunan atau turun dari posisi Oktober 2022 sebesar 5,71 persen.


Data Beras Kementan dan Bulog Berbeda? BPS Jelaskan Duduk Perkara: Sudah Clear

1 hari lalu

Data Beras Kementan dan Bulog Berbeda? BPS Jelaskan Duduk Perkara: Sudah Clear

BPS membeberkan bahwa pada dasarnya tidak ada yang berbeda soal data beras yang digunakan Kementan dan Bulog.


Payung Hukum Program Regsosek BPS Rp 4,17 Triliun Dinilai Tak Jelas

3 hari lalu

Payung Hukum Program Regsosek BPS Rp 4,17 Triliun Dinilai Tak Jelas

Nasib program Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) yang sekarang dijalankan Badan Pusat Statistik atau BPS terombang-ambing. Kenapa?


Sensus Sosial Ekonomi di Jawa Tengah Capai 103,83 Persen

15 hari lalu

Sensus Sosial Ekonomi di Jawa Tengah Capai 103,83 Persen

Sensus atau Registrasi Sosial Ekonomi atau Regsosek di Jawa Tengah mencapai 103,83 persen dari target keluarga yang disensus.


Pendataan Regsosek di Surakarta Selesai, Data Terkumpul 103,9 Persen

15 hari lalu

Pendataan Regsosek di Surakarta Selesai, Data Terkumpul 103,9 Persen

Pendataan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2022 di Kota Surakarta mencapai 103,9 persen. Karena ada tambahan jumlah mahasiswa di Surakarta.


Pendataan Regsosek di NTT Tersisa 1 Persen Rumah Tangga

16 hari lalu

Pendataan Regsosek di NTT Tersisa 1 Persen Rumah Tangga

Pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi atau Regsosek di NTT hingga hari ini, Selasa, 15 November 2022, menyisakan 1 persen rumah tangga.


RI Catat Surplus Perdagangan 30 Bulan Berturut-turut, BPS: Per Oktober Tembus USD 5,67 Miliar

16 hari lalu

RI Catat Surplus Perdagangan 30 Bulan Berturut-turut, BPS: Per Oktober Tembus USD 5,67 Miliar

Per Oktober 2022, surplus perdagangan mencapai US$ 5,67 miliar dengan rincian nilai ekspor US$ 24,81 miliar dan impor US$ 19,14 miliar.


Sri Mulyani Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV Sedikit Melambat, Siklus Akhir Tahun?

21 hari lalu

Sri Mulyani Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV Sedikit Melambat, Siklus Akhir Tahun?

Sri Mulyani memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal keempat tahun 2022 akan sedikit melambat bila dibandingkan pada kuartal sebelumnya.


Pertumbuhan Ekonomi RI Tembus 5,72 Persen, Ekonom: Karena Basis yang Rendah

23 hari lalu

Pertumbuhan Ekonomi RI Tembus 5,72 Persen, Ekonom: Karena Basis yang Rendah

Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,72 persen secara year on year pada kuartal III dan 1,81 persen Q to Q.


Jumlah Pekerja Penuh Waktu Naik, BPS: Kondisi Ketenagakerjaan RI Membaik

23 hari lalu

Jumlah Pekerja Penuh Waktu Naik, BPS: Kondisi Ketenagakerjaan RI Membaik

Meski lebih baik, data BPS menunjukkan capaian angka pekerja penuh pada 2022 masih belum lebih tinggi ketimbang proporsi sebelum pandemi.