Airport Helper Terbukti Malas, Angkasa Pura: Kena Sanksi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Airport Helper Bandara Soekarno-Hatta sedang membantu penumpang di Terminal I A, 3 September 2017. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    Petugas Airport Helper Bandara Soekarno-Hatta sedang membantu penumpang di Terminal I A, 3 September 2017. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    TEMPO.CO, Jakarta - Brand Communication Manager PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Soekarno-Hatta Dewandono Prasetyo Nugroho menjelaskan, akan ada sanksi untuk personel airport helper yang terbukti tidak produktif atau bahkan malas. Hal ini ia sampaikan saat dihubungi Tempo, Sabtu, 9 September 2017, menanggapi video airport helper yang tertangkap kamera tidak membantu penumpang yang membawa banyak barang bawaan.

    “Ada sanksi khusus, tapi kan ya tidak main pecat saja. Ada prosedur pemberian surat peringatan (SP) 1, 2, dan 3 oleh pengelola,” ujarnya. Ia juga sudah menekankan komitmen ulang kepada seluruh petugas airport helper untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh penumpang.

    Pada Jumat, 8 September 2017, beredar video di media sosial tentang personel airport helper yang terlihat sedang duduk dan mengobrol. Di saat yang bersamaan, terdapat penumpang yang baru turun dari taksi dengan banyak barang bawaan, tapi tidak mendapatkan bantuan.

    Hal tersebut langsung mendapat tanggapan dari Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaludin. Ia lantas menyamar menjadi salah satu petugas airport helper di Terminal 1C pada, Jumat, 8 September 2017. Awaluddin pun menemukan sejumlah fakta, seperti tidak semuanya airport helper malas seperti video yang viral. "Petugas yang rajin lebih banyak."

    Salah satu cara mengantisipasi hal semacam itu terulang kembali, Dewandono menjelaskan, pihaknya sedang membuat sebuah aplikasi pemesanan airport helper yang akan diuji coba Minggu, 10 Oktober 2017. “Nanti aplikasinya mungkin akan berbentuk seperti aplikasi pemesanan ojek online. Jadi nanti pelanggan bisa memberikan rating dan nilai kepuasan kepada petugas yang membantu,” ujarnya.

    Lebih lanjut, ia menjelaskan, salah satu faktor penumpang tidak menggunakan jasa airport helper, yakni karena ketidaktahuan penumpang mengenai jasa tersebut. “Porter sudah diubah jadi airport helper. Penumpang sudah ditawarkan untuk dibantu, tapi ditolak,” ujarnya. Ia berpendapat penolakan tersebut karena ketidaktahuan penumpang bahwa jasa airport helper bebas biaya (no tipping).

    M. JULNIS FIRMANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.