Harga Minyak Dunia Naik Imbas Stok Minyak AS Turun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Sue Ogrocki

    AP/Sue Ogrocki

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga minyak dunia berakhir lebih tinggi pada perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB, 24 Agustus 2017), setelah persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS) turun untuk minggu kedelapan berturut-turut.

    Patokan Amerika Serikat, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober bertambah 0,58 dolar AS menjadi menetap di 48,41 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

    Sementara patokan Eropa, harga minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Oktober naik 0,70 dolar AS ditutup pada 52,57 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

    Persediaan minyak mentah AS berkurang 3,3 juta barel pada pekan yang berakhir 18 Agustus menjadi 463,2 juta barel atau 6,0 persen di bawah tingkat setahun lalu, menurut data yang dikeluarkan oleh Badan Informasi Energi AS. Data juga menunjukkan bahwa stok minyak mentah di pusat pengiriman Cushing, Oklahoma, turun sebanyak 503 ribu barel.

    Baca: Penguatan USD Dolar Turunkan Harga Minyak Dunia

    Persediaan minyak mentah AS telah mengalami penurunan secara konsisten dalam beberapa pekan terakhir, sehingga mengurangi kekhawatiran investor tentang kelebihan pasokan global yang kronis.

    Pada pekan yang berakhir 11 Agustus, persediaan minyak mentah AS turun sebesar 8,95 juta barel, hampir tiga kali ekspektasi pasar untuk penurunan 3,1 juta barel menurut laporan Badan Informasi Energi AS yang dikeluarkan pekan lalu.

    Selain itu, jumlah rig di Amerika Serikat yang tergolong sebagai pengeboran minyak juga berkurang 5 rig menjadi 763 rig dalam pekan yang berakhir 18 Agustus, menurut perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes pada Jumat, 18 Agustus 2017.

    Sebelumnya, harga minyak dunia berakhir lebih rendah pada Senin (Selasa pagi WIB, 15 Agustus 2017), karena dolar yang lebih kuat menekan sentimen pasar untuk minyak yang dihargakan dalam US$ Dolar.

    US$ Dolar yang lebih kuat membuat minyak yang dihargakan dalam mata uang dolar kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!