Pelaku E-commerce Minta Didekatkan dengan Pengusaha Internasional

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan arahan dalam acara Indonesia E-Commerce Summit & Expo di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Banten, 27 April 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo memberikan arahan dalam acara Indonesia E-Commerce Summit & Expo di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Banten, 27 April 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaku bisnis e-commerce meminta pemerintah membukakan jalan untuk berbisnis dengan pengusaha internasional. Mereka ingin mencontoh Tokopedia  yang memperoleh suntikan dana dari raksasa e-commerce Tiongkok, Alibaba Grup, sebesar USD 1,1 miliar atau setara dengan Rp 14,7 triliun.

    Menurut Danny Oei Wirianto, Credit Marketing Officer GDP Venture, hal itu bisa terjadi karena faktor dibukakannya jalur CEO Tokopedia William Tanuwijaya kepada CEO Alibaba Jack Ma. “Bukan mereka bertemu di conference atau semacamnya tapi karena ada investor yang mengenalkan William dengan Jack Ma,” kata Danny dalam diskusi Kongkow Bisnis PasFM, Ibis Hotel, Jakarta Barat, hari ini, Rabu, 23 Agustus 2017.

    Ia berpendapat, banyak perusahaan bagus di Indonesia tapi belum bisa dikatakan keren karena keterbatasan dana. Danny pun memohon pemerintah untuk membantu para pelaku e-commerce yang sudah memiliki bisnis bagus. "Masalah mereka cuma satu: tidak ada dana.”

    Danny pun mengutarakan bahwa tak gampang mendapatkan akses ke Jack Ma dan salah satu pendiri facebook, Mark Zuckerberg. Namun, pemerintah mempunyai akses ke sana. "Tolong bantu dengan mengenalkan e-commerce Indonesia kepada mereka," ucap Danny.

    Danny menyebut pelaku bisnis yang dibantu pemerintah kebanyakan yang sudah memiliki nama besar sehingga pelaku bisnis skala kecil tidak berkembang. Ia mencontohkan, salah satu e-commerce yang memiliki pasar cukup baik tapi tidak berkembang karena keterbatasan dana adalah kukuruyuk.com. Dengan memberi perhatian yang baik kepada perusahaan yang memiliki manajemen bagus, e-commerce kecil di Indonesia diharapkan menjadi the next Tokopedia.

    M. JULNIS FIRMANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.