Cegah Penurunan Permukaan Tanah, Proyek NCICD Dikebut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja tengah membuat beton pemecah ombak di kawasan Cilincing, Jakarta, 3 Agustus 2017. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menanggapi serius akan ancaman penurunan permukaan tanah dan banjir rob di utara Jakarta. Tempo/Tony Hartawan

    Pekerja tengah membuat beton pemecah ombak di kawasan Cilincing, Jakarta, 3 Agustus 2017. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menanggapi serius akan ancaman penurunan permukaan tanah dan banjir rob di utara Jakarta. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyatakan proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) ditargetkan selesai pada 2019. Ini merupakan langkah mengatasi penurunan permukaan tanah di sisi utara Jakarta.

    "Salah satu penyebab turunnya permukaan tanah di Jakarta disebabkan penggunaan air tanah yang berlebihan," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulisnya pada Kamis, 17 Agustus 2017.

    Baca: Penggunaan Air Tanah Berlebihan, Jakarta Bisa Tenggelam

    Basuki menuturkan untuk menjaga air tanah maka pasokan air baku harus cukup. Selama ini, kata Basuki, air baku untuk wilayah Jakarta dipasok dari Bendungan Jatiluhur dan air tanah.

    Program NCICD dikenal juga sebagai program Quick Win Pembangunan Terpadu Pesisir Ibu Kota Negara (PTPIN) dilakukan melalui berbagai upaya pembangunan, yaitu pembangunan tanggul pengaman pantai sepanjang 20 kilometer. Lalu juga penyediaan air bersih sebesar 3.500 liter per detik sebagai kompensasi pengambilan air tanah dalam rangka pengendalian penurunan muka tanah.

    Simak: Selain Belanda dan Korea, Jepang Ikut Bantu Proyek NCICD

    Selain itu juga pengelolaan drainase dan pengolahan air limbah melalui program Sanimas, dan instalasi pengolahan air limbah komunal serta program Jakarta Sewerage System.

    Penanganan jangka pendek yang bersifat mendesak dilakukan melalui pembangunan tanggul pesisir pantai, dan juga melalui penguatan dan peninggian tanggul pantai serta tanggul muara sungai sepanjang 20 kilometer.

    Pengamanan pantai untuk mencegah banjir rob tersebut totalnya mencapai 120 kilometer yang terdiri dari tanggul pantai dan tanggul muara, di mana yang menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR adalah sepanjang 20 kilometer dan saat ini tengah dikerjakan sepanjang 4,5 kilometer.

    Adapun pembangunan tanggul Jakarta ini mengacu pada update Masterplan NCICD dari Bappenas yang mencakup tiga fase, yaitu tahap D (darurat), tahap M (Menengah) dan tahap O (Optimal). "Tiga fase ini direncanakan menyesuaikan tingkat kekritisan dari penyelesaian tanggul laut sepanjang pantai utara Jakarta,” ucap Direktur Sungai dan Pantai Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Hari Suprayogi.

    Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, T. Iskandar, menjelaskan pembangunan tanggul pantai yang saat ini tengah dikerjakan merupakan proyek pengamanan pantai tahap II yang terbagi menjadi dua paket pekerjaan.

    Paket 1 berlokasi di Kelurahan Muara Baru, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, dengan panjang tanggul 2,3 kilometer. Kontraktor yang mengerjakan adalah PT Waskita Karya dan PT Adhi Karya KSO dengan nilai kontrak Rp379 miliar. “Saat ini progres Paket 1 tersebut telah mencapai 57,97 persen dengan tanggul yang sudah terbangun sudah mencapai 1.317 meter,” ucap Iskandar

    Sementara Paket 2 berlokasi di Kelurahan Kali Baru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, dengan panjang tanggul 2,2 kilometer dan dilengkapi dengan bangunan rumah pompa. Kontraktor yang menangani adalah PT Wijaya Karya dan PT SAC Nusantara KSO dengan nilai kontrak senilai Rp 405 miliar.

    Saat ini progres Paket 2 telah mencapai 54,43 persen dengan tanggul yang sudah terbangun mencapai 1.372 meter. Sebelumnya pada tahun 2014, Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan tanggul pengaman pantai tahap 1 di Pluit sepanjang 75 meter.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.