Jelang 17 Agustus, Rupiah Berpotensi Melemah Terbatas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah nasabah mengantri untuk menukarkan uang dolar Amerika karena merosotnya nilai tukar Rupiah di penukaran kurs valuta asing PT Ayu Masagung di Jakarta, Senin (13/10). TEMPO/Adri Irianto

    Sejumlah nasabah mengantri untuk menukarkan uang dolar Amerika karena merosotnya nilai tukar Rupiah di penukaran kurs valuta asing PT Ayu Masagung di Jakarta, Senin (13/10). TEMPO/Adri Irianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada memperkirakan pergerakan Rupiah masih cenderung melemah hari ini. Rupiah akan bergerak pada kisaran support Rp 13.369 dan resisten Rp 13.328.

    Reza mengatakan laju Rupiah akan melemah terbatas seiring berkurangnya minat aset-aset safe heaven. Di sisi lain, minat yang berkurang terhadap aset tersebut juga membuka peluang bagi dolar Amerika untuk berbalik menguat. "Sehingga dapat juga berpotensi menghadang peluang Rupiah untuk kembali menguat," ujarnya seperti dilansir keterangan tertulis, Rabu, 16 Agustus 2017. 

    Simak: Jokowi: Redenominasi Rupiah Masih Butuh Waktu Lama

    Menurut Reza, berkurangnya minat pelaku pasar dipicu anggapan ketegangan geopolitik antara Amerika dan Korea Utara yang mulai menurun. Sejumlah petinggi Amerika menyampaikan upaya damai untuk mengurangi ketegangan yang ada. Begitu pula dengan pernyataan pimpinan Korea Utara, Kim Jong Un, yang mengurungkan niatnya meluncurkan rudal ke daerah Guam.

    Anggapan berkurangnya tensi geopolitik tersebut membuat laju Rupiah sempat menguat. Namun minta terhadap aset safe heaven berkurang. Dampaknya, laju dolar Amerika kembali naik setelah terlibas kenaikan Yen Jepang dan Swiss Franc. Penguatan dolar Amerika membuat laju Rupiah kembali gagal bertahan di zona hijau dan kembali melemah.

    Rupiah di pasar spot kemarin ditutup melemah 12 poin atau 0,09 persen ke level Rp 13.361 per dolar Amerika. Rupiah dibuka menguat 1 poin atau 0,01 persen di Rp 13.348 per dolar Amerika.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.