Pembayaran Non Tunai di Jalan Tol Dinilai Lebih Efisien

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara mobil tengah memasukki gerbang tol otomatis dikawasan Cengkareng, Jakarta, 14 Mei 2017. Sistem transaksi nontunai bisa diterapkan di semua gerbang tol pada Oktober nanti. Tempo/Tony Hartawan

    Pengendara mobil tengah memasukki gerbang tol otomatis dikawasan Cengkareng, Jakarta, 14 Mei 2017. Sistem transaksi nontunai bisa diterapkan di semua gerbang tol pada Oktober nanti. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) menilai sinergi non tunai di jalan tol membuat pembayaran lebih efisien. Ketua ASPI, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan bahwa efisiensi terbesar dirasakan oleh penyelenggara jalan tol.

    “Sebenarnya efisiensi yang terbesar menurut saya adalah penyelenggara jalan tolnya. Kalau dari sisi ASPI, sistem pembayaran kami jadi lebih efisien. Selama ini orang harus membawa uang tunai, pengennya pembayaran uang tunai, kan nggak merepotkan penggunaan kartu ini. Satu tahapan saja,” tutur Anggoro di Jakarta, Selasa, 15 Agustus 2017.

    Baca: Aturan Sistem Nontunai 100 Persen di Tol Terbit Bulan Ini

    Anggoro juga mengatakan bahwa untuk terminal used fee (TUF) biaya akan dikenakan kepada pihak yang tidak ikut berinvestasi. “Porsi dikonversi dengan sistem TUF itu biayanya jadi siapa yang investasi dia yang mendapatkan benefit dari TUF itu. Orang lain enggak ikut investasi ya bayar biaya sewa,” ujarnya.

    Ia menyebutkan, besaran biaya sedang dalam pembahasan Bank Indonesia (BI), Perbankan, dan ASPI, dengan keputusan akhir berada di tangan BI. “Sebelum Oktober, (sharing fee) harus sudah ada,” ucap Anggoro.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.