BPJT Akan Naikkan Porsi Gardu Tol Nontunai hingga 70 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara mobil tengah memasukki gerbang tol otomatis dikawasan Cengkareng, Jakarta, 14 Mei 2017. Sistem transaksi nontunai bisa diterapkan di semua gerbang tol pada Oktober nanti. Tempo/Tony Hartawan

    Pengendara mobil tengah memasukki gerbang tol otomatis dikawasan Cengkareng, Jakarta, 14 Mei 2017. Sistem transaksi nontunai bisa diterapkan di semua gerbang tol pada Oktober nanti. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna mengatakan pihaknya akan meningkatkan porsi gardu jalan tol nontunai. Upaya tersebut ditempuh dalam rangka pengimplementasian sistem nontunai hingga 100 persen di seluruh gerbang jalan tol mulai Oktober 2017.

    Herry menyebutkan, dari sisi alat akan ada perubahan konfigurasi di lapangan. “Gerbang yang nontunai akan lebih banyak daripada yang hybrid," kata Herry saat ditemui di kompleks Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa, 15 Agustus 2017.

    Gardu jalan tol hybrid adalah gardu yang bisa menerima sistem pembayaran tunai maupun nontunai. Untuk meningkatkan transaksi nontunai di jalan tol, komposisi gardu jalan tol nontunai dan gardu jalan tol hybrid akan dibuat 70:30. Dengan kata lain, porsi gardu jalan tol nontunai akan mencapai 70 persen.

    Baca: Tol Jakarta-Cikampek II Akan Timbulkan Kerugian Rp 1,3 T

    Menurut Herry, semua operator jalan tol telah siap menerapkan sistem pembayaran nontunai, seperti PT Jasa Marga, PT Waskita Karya, PT Citra Marga Nusaphala Persada, PT Marga Mandala Sakti, dan sebagainya. "Yang di Sumatera, PT Hutama Karya, juga demikian," tuturnya.

    Sementara itu, untuk jalan tol yang masih dibangun dan beroperasi setelah sistem nontunai tersebut diterapkan, Herry mengatakan bahwa operator jalan tol yang bersangkutan telah diminta untuk menyesuaikan aturan tersebut. "Mereka kami minta mengikuti target ini.”

    Adapun ruas jalan tol yang pada Oktober nanti sudah menerapkan sistem nontunai adalah seluruh ruas jalan tol di Jabodetabek, ruas jalan tol Trans Jawa, ruas jalan tol Ujung Pandang Seksi 1 dan 2, ruas jalan tol Makassar Seksi 4, ruas jalan tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa, dan ruas jalan tol Jembatan Suramadu.

    Baca: Tol Fungsional Brebes-Batang: Kecepatan 50, Mobil Naik-Turun

    Sebagai dasar hukum, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan diterbitkan bulan ini. Untuk mewujudkan rencana itu, terdapat beberapa tahap yang akan ditempuh, yakni integrasi sistem ruas jalan tol serta pembentukan Konsorsium Electronic Toll Collection (ETC).

    Tujuan utama dari penerapan sistem nontunai di jalan tol ini adalah terwujudnya Multi Lane Free Flow (MLFF). MLFF yaitu proses pembayaran tol tanpa henti di mana pengguna jalan tol tidak harus menghentikan kendaraan di gerbang jalan tol yang operatornya berbeda.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


  • Tol
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.