PUPR Targetkan Bangun 107 Rusun Pondok Pesantren dalam Tiga Tahun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri PU dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    Menteri PU dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan 107 rumah susun pondok pesantren (rusun ponpes) dalam periode 2015-2018. Total alokasi anggaran untuk pembangunan 3.040 unit rusun ponpes tersebut mencapai Rp 946,1 miliar. Pembangunan itu bertujuan mendukung kegiatan belajar para santri dan program penataan kawasan.

    Pembangunan rusun ponpes menjadi bagian dari Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo pada 29 April 2015 di Ungaran, Jawa Tengah.

    Baca: Ini Rincian Rencana Proyek Rusun Sewa untuk Santri di Padang

    "Pembangunan rusun, di samping untuk pekerja, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), TNI/Polri, dan mahasiswa, juga untuk santri di ponpes. Ini merupakan bentuk perhatian dan keseriusan pemerintah dalam penyediaan rumah dan penataan kawasan lingkungan pendidikan," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, seperti dikutip dari siaran pers Biro Komunikasi Publik PUPR, Rabu, 9 Agustus 2017.

    Sebanyak 22 tower rusun ditargetkan selesai dibangun pada 2017 dengan total anggaran Rp 214,8 miliar, yang dialokasikan melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan PUPR. Dengan anggaran tersebut, ada total 660 unit ponpes yang dibangun.

    Simak: Pemerintah Realisasi Pembangunan 43 Tower Rusun Pesantren

    Pemerintah pun telah membangun 25 tower yang terdiri atas 770 unit rusun dengan anggaran Rp 231,7 miliar pada 2015 lalu. Jumlah itu diikuti dengan pembangunan 20 tower yang terdiri atas 600 unit dengan anggaran Rp 169.6 miliar pada tahun berikutnya.

    Adapun untuk 2018, ujar Basuki, pemerintah merencanakan 40 rusun yang terdiri atas 1.010 unit dengan anggaran mencapai Rp 330 miliar.

    Setiap ponpes dibangun dalam satu rusun tiga lantai yang dapat menampung sekitar 216 santri. Berbeda dengan rusun MBR, rusun ponpes dibangun dengan model menyerupai barak serta dilengkapi fasilitas kamar tidur, meja belajar, lemari, listrik, dan air bersih. Setiap lantai dapat menampung 72 orang dengan kelengkapan toilet, tempat wudu, janitor, dan pantri.

    “Para santri yang tinggal di rusun juga harus belajar hidup tenggang rasa dengan santri lain, terutama dalam menjaga kebersihan dan ketertiban. Rusun ponpes adalah salah satu cara untuk mendidik generasi muda agar terbiasa hidup di hunian vertikal,” tutur Basuki.

    Salah satu rusun ponpes yang dibangun pada 2017 adalah Pondok Pesantren Mustofhawiyah di Desa Purba Baru, Lembah Sorik, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Pengerjaannya diresmikan Jokowi pada 25 Maret lalu.

    Rumah susun ponpes juga akan dibangun di sejumlah kawasan, seperti Pidie Jaya (Aceh), Mandailing Natal (Sumatera Utara), Padang Pariaman, Lampung Timur, Ogan Komering Ulu Timur (Sumatera Selatan), Tasikmalaya (Jawa Barat), Magelang, Semarang, dan Madiun (Jawa Tengah), Ende (Nusa Tenggara Timur), Nganjuk dan Pasuruan (Jawa Timur), Sintang (Kalimantan Barat), Hulu Sungai Selatan (Kalimantan Selatan), serta Bone (Sulawesi Selatan).

    YOHANES PASKALIS PAE DALE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.