Indonesia dan Rusia Barter Karet dengan Sukhoi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat tempur siluman Sukhoi T-50 ata PAK FA terbang demo saat pameran dirgantara MAKS 2017 di luar kota Moskow, Rusia, 18 Juli 2017. PAK FA merupakan pesawat tempur generasi kelima yang akan memperkuat angkatan udara Rusia. youtube.com

    Pesawat tempur siluman Sukhoi T-50 ata PAK FA terbang demo saat pameran dirgantara MAKS 2017 di luar kota Moskow, Rusia, 18 Juli 2017. PAK FA merupakan pesawat tempur generasi kelima yang akan memperkuat angkatan udara Rusia. youtube.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia dan Rusia akan membahas rencana kerja sama imbal dagang atau barter antara produk pesawat Sukhoi SU-35 dengan komoditas karet.

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengungkapkan rencana tersebut telah mendekati tahap akhir. Pembahasan lebih lanjut akan dilakukan selama Misi Dagang ke Rusia pada 3-5 Agustus 2017.

    “Rencana imbal dagang ini sudah hampir final. Namun kami masih menawarkan produk Indonesia lainnya untuk diekspor ke Rusia selain karet yang mereka minta,” Enggartiasto menjelaskan dalam keterangan tertulis, Kamis, 3 Agustus 2017.

    Enggartiasto berharap adanya percepatan pembahasan Indonesia-Rusia Preferential Trade Agreement (PTA) serta Indonesia-Eurasia Free Trade Agreement (FTA). Tujuannya, untuk mendorong perdagangan yang seimbang antara Indonesia dan negara di kawasan Eurasia.

    Baca: Indonesia Pilih Sukhoi, Pabrikan Pesawat Gripen Tak Menyerah 

    Selain imbal dagang, Mendag juga menyebut misi dagang tersebut menjadi bagian dari diplomasi minyak kelapa sawit berkelanjutan Indonesia. Langkah pembelian pesawat Sukhoi diambil setelah kunjungan Presiden Joko Widodo ke Rusia tahun lalu.

    “Strategi pertumbuhan Indonesia selalu memperhitungkan komitmen Pemerintah Indonesia terhadap lingkungan. Indonesia jelas mendukung ekspor kelapa sawit berkelanjutan,” paparnya.

    Kementerian Perdagangan mencatat perdagangan antara Indonesia dan Rusia pada 2016 mencapai US$ 2,11 miliar. Indonesia menikmati surplus sebesar US$ 411 juta pada tahun lalu. Ekspor nonmigas Indonesia ke Rusia tumbuh sebesar 8,5 persen dalam lima tahun terakhir dengan nilai ekspor pada tahun 2016 sebesar US$ 1,3 miliar.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.