Aher Minta AP 2 Percepat Kerja Sama Pengelolaan Bandara Kertajati

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) berbincang dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan saat meninjau pembangunan Bandara Internasional Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, 24 Februari 2017. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) berbincang dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan saat meninjau pembangunan Bandara Internasional Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, 24 Februari 2017. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Bandung -Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Aher mengatakan, pertemuannya dengan Direktur Utama PT PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin  akhir pekan lalu sengaja untuk meminta percepatan penandatangan kerja sama pengoperasian Bandara Kertajati di Majalengka antara PT Angkasa Pura II dengan PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB).  

    Baca: Angkasa Pura II Segera Operasikan Bandara Kertajati

    “Dari sisi pendanaan sudah relatif aman, (pertemuan) kemarin dilakukan supaya pengelolaannya sudah mulai direncanakan semenjak sekarang,” kata Ahmad Heryawan  di Bandung, Senin, 24 Juli 2017. 
     
    Aher, sapaan Ahmad Heryawan meminta  AP II dan BIJB supaya segera meneken kerja sama operasional (KSO) agar semua pihak nyaman. "Pemegang saham, investor dan maskapai nyaman," ucapnya.

    Aher sengaja turun agar pembahasan kerja sama kedua perusahaan pelat merah ini bisa segera disepakati. “Kalau alot, ada filosofi Jabar, batu turun pasir naek (batu turun pasir naik). Kalau batu gak turun-turun dan keusik gak naek-naek kan gak ketemu-ketemu."
     
    Aher enggan merinci penyebab alotnya kesepakatan antara AP II dan BIJB. "AP II itu BUMN, kalau ada hitung-hitungan bisnis itu wajar. "Tapi karena BUMN dan BUMD itu satu rumpun dan orientasinya juga  tidak semata-mata bisnis, mudah-mudahan bisa secepatnya tercapai kesepakatan," ucapnya. Aher optimis hasil pertemuan akhir pekan lalu akan mempercepat kesepakatan antara AP II dan BIJB dalam kerja sama pengelolaan Bandara Kertajati.

    Menurut Aher, PT BIJB  masih meneruskan rencana pendanaan yang sudah disiapkan menyusul telah diperolenya pinjaman dari sindikasi 7 bank pembangunan daerah (BPD) Syariah pimpinan Bank Jateng Syariah senilai Rp 906 miliar. “Saat yang sama sedang diproses RDPT (Reksa Dana Penempatan Terbatas) dengan asuransi BPJS Ketenagakerjaan dan PT Taspen untuk masuk menjadi shareholder. Bank konvensional juga ingin masuk untuk menginvestasikan dananya di bandara ini,” katanya.

    Direktur Utama PT BIJB Virda Dimas Ekaputra membenarkan pertemuan itu membahas soal percepatan penandatangan kerja sama operasional Bandara Kertajati. “Hasil pertemuan tersebut akan di follow up dengan hal teknisnya,” katanya melalui pesan Whatsapp  kepada Tempo, Senin, 24 Juli 2017.

    Virda enggan merinci teknis kesepakatan tersebut. “Teknis masih dibicarakan termasuk bentuk kerja sama yang sesuai dengan regulasi” ucapnya. 

    Baca: Alasan Bank - Bank Syariah Berebut Danai Bandara Kertajati

    Menurut Virda, hingga saat ini pembangunan masih terus berjalan. Pembangunan fisik sisi darat sudah mencapai 50 persen. BIBJ  sudah mulai mencarkan pinjaman dari sindikasi 7 BPD Syariah. “Sudah cair Rp 250 miliar, tahap 1 dari (total pinjaman) Rp 906 miliar,” katanya. 

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.