Tips Bos Bukalapak: Produk yang Baik Kunci Keberhasilan Startup

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Audy Alwi

    ANTARA/Audy Alwi

    TEMPO.CO, Jakarta -Industri digital di Indonesia tengah berada dalam tahap fase berkembang. Banyak aplikasi maupun layanan digital yang bermunculan. Namun tak sedikit juga aplikasi yang berkembang itu menghilang dalam kurun waktu sepuluh tahun belakang. Untuk terus menjaga agar ekosistem digital di Indonesia terus tumbuh dan berkembang, perlu peran banyak pihak, seperti pemerintah dan dunia swasta.

    Baca: Tertarik Bisnis Startup? Simak Rahasianya Agar Tak Gagal

    Kini pemerintah mulai menunjukkan dukungan terhadap tumbuhnya industri kreatif dan digital. Bukti nyatanya adalah didirikannya Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan beberapa kebijakan yang dikeluarkan pihak-pihak pemerintahan terkait, termasuk Presiden.

    Kalangan swasta juga ikut mendukung program pemerintah tersebut. Salah satu swasta yang mendukung program agar ekosistem digital di Indonesia terus tumbuh adalah Telkomsel. Dengan program unggulannya NextDev dan NextDev Academy, Telkomsel membina calon wirausahawan muda di bidang digital (startup).

    Achmad Zaky, ‎Founder & CEO Bukalapak sangat mengapresiasi program yang dilakukan oleh Telkomsel dalam menciptakan entrepreneur di bidang digital tersebut. Bahkan Zaky meminta agar pemerintah atau lembaga swasta lainnya dapat membuat ajang serupa agar entrepreneur di bidang digital di Indonesia dapat tumbuh dan berkembang.

    “Saya melihat NextDev adalah even yang sangat bagus dalam menciptakan entrepreneur baru di bidang digital. Apa yang dilakukan oleh Telkomsel merupakan langkah yang sangat tepat dalam mendukung program pemerintah,” ucap Zaki dalam keterangan tertulis, Minggu 23 Juli 2017.

    Zaki berharap even dalam menciptakan wirausahawan muda di bidang digital seperti NextDev ini harus diperbanyak dan diintensifkan lagi. Sebab Indonesia masih banyak membutuhkan entrepreneur di bidang digital. Zaki berharap dengan munculnya wirausahawan muda di bidang digital, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak lagi tergantung kepada government spending. Bos Bukalapak ini mengharapkan setidaknya ada 10 persen peserta NextDev ini bisa menjadi pengusaha besar di bidang ekonomi digital.

    NextDev merupakan ajang kompetisi mencari talenta berprestasi di bidang pembuatan aplikasi teknologi, baik website maupun mobile bagi anak muda Indonesia untuk membantu pemecahan masalah yang dihadapi kota-kota di Indonesia. Sedangkan NextDev Academy adalah sebuah ajang untuk mengasah dan mempertajam kualitas aplikasi hingga diciptakan startup yang akan menjadi finalis The NextDev 2015 dan 2016.

    Zaki menceritakan sebelum menciptakan perusahaan e-commerce , dirinya juga peserta lomba menciptakan aplikasi seperti yang dilakukan oleh Telkomsel melalui NextDev. Namun fokus yang dibuat Zaki adalah untuk jangka panjang. Ia berpesan agar peserta NextDev tidak putus asa dan terus bersemangat dalam mengembangkan usahanya.

    Sebelum menciptakan Bukalapak, Zaki juga pernah membuat usaha seperti mi ayam, software, service company dan berbagai usaha lainnya. Namun semuanya yang dirintisnya tersebut tak berjalan dengan mulus.

    “Masa awal membangun startup adalah masa kritikal. Model bisnis dari startup harus benar dahulu. Banyak orang beranggapan masa scale (membutuhkan tenaga engineer dan mendapatkan investor) adalah masa yang sangat sulit. “Padahal menurut saya masa awal yaitu membuat model bisnisnya, kemistri dan value proposition,”ucap Zaki.

    Agar mendapatkan model bisnis yang tepat, tips yang diberikan Zaki kepada para startup adalah terus mencoba dan jangan mudah putus asa. Untuk menjadi perusahaan sebesar saat ini, Bukalapak memerlukan waktu yang tidak sebentar yaitu lebih dari tujuh tahun. Inovasi produk yang dikeluarkan oleh Bukalapak juga tak selamanya dapat berjalan dengan mulus.

    Agar perusahaan startup dapat bertahan di era kompetisi yang sangat ketat seperti saat ini, Zaki memberikan beberapa tips. Tips pertama adalah kalau bisa jangan menggaji diri sendiri terlebih dahulu. Dengan tidak menggaji diri sendiri terlebih dahulu maka beban biaya yang dikeluarkan pada saat awal tidak terlalu besar. Zaki menilai banyak startup yang limbung karena memiliki beban biaya yang sangat tinggi. “Keistimewaan para founder startup adalah ownership mereka di perusahaan tersebut.”

    Tips selanjutnya yang diberikan Zaki kepada startup adalah jangan mencari investor terlebih dahulu. Menurut dia, jika startup mementingkan mencari investor, itu menunjukkan produk yang dibuatnya kurang menarik. Zaki meminta agar peserta NextDev fokus pada produk yang dibuatnya.

    Baca: Rudiantara Ungkap Tantangan Startup di Indonesia

    “Jika produk menarik, maka akan menjadi cerita di masyarakat dan media. Dengan cerita tersebut customer dan investor akan datang dengan sendirinya. Performance itu tak akan pernah bohong,” jelas Zaki.

    SETIAWAN ADIWIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.