JATS Eror, IHSG Tetap Rebound di Sesi I

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kedua kiri) berdiskusi dengan  Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kanan), Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (kiri) dan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 4 Juli 2017. Kunjungan kerja tersebut untuk meninjau pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG). ANTARA/Wahyu Putro A

    Presiden Jokowi (kedua kiri) berdiskusi dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kanan), Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (kiri) dan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 4 Juli 2017. Kunjungan kerja tersebut untuk meninjau pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG). ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta -Indeks harga saham gabungan (IHSG) mampu mempertahankan reboundnya hingga akhir sesi I perdagangan hari ini, Kamis, 20 Juli 2017. IHSG tetap menguat meski pergerakannya sempat terhenti menjelang akhir sesi I.

    IHSG menguat 0,16 persen  atau 9,29 poin ke level 5.815,98 di akhir sesi I, setelah dibuka naik tipis 0,04 persen atau 2,19 poin di level 5.808,88. Selama dua hari perdagangan berturut-turut sebelumnya IHSG melemah.

    Perdagangan IHSG sempat terhenti pada pukul 11.00 WIB dengan penguatan 0,28% di posisi 5.823,06. PT Bursa Efek Indonesia menyatakan gangguan transaksi saham yang terjadi hari ini akibat gangguan teknis pada sistem JATS.

    Pelaksana Harian Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia Hani Ahadiyani mengatakan BEI telah melakukan upaya perbaikan sehingga masalah gangguan transaksi sudah dapat diatasi. "Sebagai upaya untuk memulihkan layanan kepada Anggota Bursa dan Partisipan, BEI telah melakukan upaya perbaikan. Pada pukul 11.04 waktu JATS, perdagangan telah berjalan normal seperti biasa tanpa ada perubahan jadwal perdagangan," katanya dalam penjelasan resmi.

    Transaksi rights issue PT Bumi Resources Tbk. sebelumnya disinyalir menjadi penyebab terjadinya gangguan perdagangan saham pada hari ini. Hari ini, merupakan hari terakhir perdagangan rights issue emiten berkode saham BUMI itu di Bursa Efek Indonesia.

    Dikalangan pelaku pasar, beredar kabar bahwa sebenarnya delay order telah terjadi sejak awal pekan ini akibat sistem BEI yang mengalami over in out di mana saat ini bursa hanya mengakomodir 3.000 order per mili second. Akan tetapi, dalam 3 hari ini, in out yang berasal dari Anggota Bursa melebihi kapasitas tersebut.

    Sepanjang perdagangan hari ini IHSG bergerak di kisaran 5.808,12 - 5.824,82. Sebanyak 171 saham menguat, 109 saham melemah, dan 278 saham stagnan dari 558 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

    Delapan dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak positif dengan support utama sektor properti (+0,88 persen) dan pertanian (+0,36 persen). Adapun sektor industri dasar turun 0,02 persen.

    Riset Sinarmas Sekuritas mengungkapkan pergerakan IHSG hari ini ditopang oleh sentimen dari suku bunga acuan (BI 7day Reverse Repo Rate) yang akan diumumkan pada hari ini. BI 7day Repo Rate dipertahankan belum akan berubah.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.