Neraca Perdagangan Positif, IHSG Diprediksi Menguat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Papan IHSG Bursa Efek Indonesia. TEMPO/Dinul Mubarok

    Papan IHSG Bursa Efek Indonesia. TEMPO/Dinul Mubarok

    TEMPO.CO, Jakarta - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan hari ini, Selasa, 18 Juli 2017, diperkirakan akan menguat, pasca diriilisnya neraca perdagangan yang cukup memuaskan. Indosurya Sekuritas mengestimasi IHSG hari ini akan melanjutkan penguatan di level 5780 – 5876. 

    Kepala Riset william Surya Wijaya mengatakan IHSG terlihat masih dalam rentang konsolidasi, rilis data perekonomian perihal neraca perdagangan terlihat masih berada dalam kondisi yang cukup memuaskan sehingga dapat menjadi sentimen penopang pergerakan IHSG untuk kembali melanjutkan kenaikan. 

    Baca: Tunggu Data Ekonomi, IHSG Dibuka Menguat Tipis 0,99 Poin  

    Sedangkan ,katanya, fluktuatif harga komoditas juga masih turut memengaruhi pola gerak IHSG. "Hari ini IHSG berpotensi menguat," tulisnya dalam riset, Selasa, 18 Juli 2017.

    Adapun saham-saham yang direkomendasokan adalah KLBF ADHI ROTI MYOR LSIP EXCLTLKM JSMR ICBP. 

    Reliance Securities memprediksi IHSG hari ini akan bergerak menguat namun terbatas. Analis Lanjar Nafi mengatakan pergerakan secara teknikal pada IHSG cukup positif pasalnya IHSG kembali kuat tertahan pada MA7 dan Indikator Stochastic yang cukup optimis mendekati area overbought dengan RSI yang juga bergerak positf.

    Simak: Kenaikan Harga Komoditas Berpeluang Dongkrak IHSG  

    Namun, katanya, level upper bollinger bands mulai menyempit setelah pergerakan yang terkonsolidasi dialami IHSG sejak 2 akhir pekan sebelumnya. "Sehingga diperkirakan IHSG akan mengalami penguatan terbatas dengan range pergerakan 5811-5875." tulisnya dalam riset.

    Saham-saham yang dapat diperhatikan diantarnaya BBRI, ANTM, HRUM, INDY, MAPI, RALS, INAF.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.