Produksi Kopi Bondowoso Anjlok karena Hujan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi biji kopi. ANTARA/Irwansyah Putra

    Ilustrasi biji kopi. ANTARA/Irwansyah Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Produktivitas kopi petani di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, menurun 40-60 persen per hektare akibat hujan turun tak menentu sehingga terjadi kemarau basah.

    "Penurunan produktivitas kopi di Bondowoso tahun ini cukup signifikan. Jika tahun lalu produksi kopi bisa mencapai 500 hingga 600 kilogram per hektare saat ini turun menjadi 200 hingga 300 kilogram per hektare," ujar Ketua Koperasi Rejo Tani Kecamatan Sukosari, Kabupaten Bondowoso, Suyitno, di Bondowoso, Sabtu, 15 Juli 2017.

    Kopi arabika serta jenis kopi lainnya milik para petani yang berlokasi di Lereng Gunung Ijen dan Gunung Raung itu, dia melanjutkan, produksinya menurun 40-60 persen per hektare. Hal itu disebabkan tanaman kopi mulai berbunga diguyur hujan sehingga bunga kopi rusak.

    Berbeda dengan kopi robusta, kata dia, jenis kopi ini justru lebih tahan terhadap guyuran hujan dan sebaliknya tanaman kopi robusta produksinya akan menurun ketika musim kemarau.

    "Turunnya produksi kopi yang paling berpengaruh itu akibat turun hujan terus-menerus mulai September 2016 hingga Januari-Februari 2017 yang menyebabkan bunga tanaman kopi rontok dan tentunya sangat berpengaruh mengurangi buah kopi," ucapnya.

    Suyitno menyebutkan, sejak 2014 petani kopi arabika Bondowoso mengekspor sekitar 500 ton dan pada tahun berikutnya 2015, meningkat menjadi sekitar 800 ton serta pada 2016 mencapai sekitar 1.600 ton.

    "Mungkin tahun ini produksi kopi keseluruhan akan menurun dan selama ini kopi arabika Bondowoso diekspor ke sejumlah negara di Eropa, di antaranya Swiss, Amerika, dan Inggris serta sejumlah negara Eropa lainnya melalui eksportir swasta," ujarnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.