Kinerja Garuda Indonesia Membaik di Triwulan Kedua

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pahala Nugraha Mansury, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. ANTARA/Fajrin Raharjo

    Pahala Nugraha Mansury, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. ANTARA/Fajrin Raharjo

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur utama Garuda Indonesia Pahala Mansury menyatakan kinerja Garuda Indonesia membaik pada triwulan kedua tahun ini, dibandingkan triwulan sebelumnya. "Jika kita lihat dari sisi kinerja operasional, sudah jauh membaik dibandingkan pada triwulan pertama," kata Pahala dalam acara pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 14 Juli 2017.

    Membaiknya kinerja pada triwulan kedua 2017, menurut Pahala, memang belum berhasil menghapus kerugian Garuda. Dia mengakui keuangan Garuda masih mengalami kerugian. "Memang (kinerja keuangan) belum positif, namun lebih baik dibandingan triwulan I 2017," ujar Pahala.

    Menurut Pahala, kinerja keuangan yang membaik dilihat dari berbagai indikator operasional seperti load factor atau tingkat keterisian penumpang pesawat, utilisasi atau penggunaan pesawat yang meningkat dibandingkan periode sebelumnya hingga tingkat okupansi penumpang. "Jadi kita lihat sebagai salah satu tren yang membaik," Ujarnya.

    Baca: Analis: Saham Garuda Indonesia Terdongkrak Pergantian Direksi

    Okupansi Garuda Indonesia saat ini sekitar 71-72 persen. Ke depan, Pahala berharap agar operating result Garuda dapat mencapai target positif di tahun ini. Ia sendiri optimistis bahwa untuk triwulan keempat, operating result Garuda akan bisa positif.

    Sementara itu, pada semester dua ini Garuda Indonesia belum berencana melakukan ekspansi seperti pembelian pesawat. Garuda akan berfokus melakukan renegosiasi dengan produsen atau aircraft manufacturer dan para lessor.

    Simak: Anggota Garuda Miles Dapat Akses Tempo Digital

    "Renegosiasi sedang dalam proses, kita tidak bisa sampaikan apa saja poin-poinnya tapi paling tidak prosesnya sedang berlangsung."

    BIANCA ADRIENNAWATI | WAWAN PRIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.