Isu Reshuffle Kabinet Jokowi, Analis: Bisa Bikin Panik Pasar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Daniel Munoz

    REUTERS/Daniel Munoz

    TEMPO.COJakarta - Kabar reshuffle kabinet Jokowi yang kembali berembus dianggap bisa membuat pasar panik. Analis PT Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, menilai reshuffle kabinet Joko Widodo tidak perlu dilakukan. "Bolak-balik diganti malah nanti tidak fokus kerjanya," ujarnya saat dihubungi, Kamis, 13 Juli 2017. Belum lagi masa bakti pemerintah tinggal 2 tahun.

    Dari sisi kinerja para menteri, Reza menyatakan, tidak ada perubahan yang signifikan. Namun dia mencatat perbaikan pengaturan makro di tangan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution. Dia mengatakan ekonomi Indonesia kini sudah lebih baik dibanding sebelumnya yang tampak rentan.

    Baca: Reshuffle Kabinet, Ekonom: Rini Soemarno Agak Bermasalah

    Reza mengatakan reshuffle kabinet Jokowi juga bisa membuat panik pasar. "Walau saat ini masih part of sentiments karena sentimen masih didominasi global," katanya.

    Sementara itu, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio menyatakan dukungannya terhadap rencana kerja pemerintah. Dia mengatakan BEI berhubungan langsung dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Lembaga tersebut yang nantinya akan berhubungan langsung dengan para menteri. "Buat kami sih semestinya siapa pun bisa jalan," katanya.

    Baca: Isu Resuffle Kabinet, di Sini Titik Lemah Tim Ekonomi Jokowi

    Menteri di bidang ekonomi yang dikabarkan akan terkena reshuffle kabinet Jokowi antara lain Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. Menteri lain yang dikabarkan bakal dicopot adalah Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga.

    Kabar reshuffle kabinet Jokowi tersebut dibenarkan salah seorang pejabat di Istana. Dia mengatakan Presiden telah dua kali berdiskusi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk membahas reshuffle. Diskusi pertama dilakukan sebelum Lebaran. Terakhir, keduanya duduk bersama pada Selasa sore pekan lalu.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?