Pertengahan Agustus, Google Ajari Warga Surabaya di Gedung Siola

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Widodo berfoto bersama CEO Google, Sundar Pichai saat berkunjung ke kantor Google di Silicon Valley, San Fransisco, 17 Februari 2016. Untuk menyambut kedatangan Jokowi, Sundar Pichai mengenakan batik sebagai busana khas Indonesia dan membuat doodle bertema Indonesia. Foto: Dok. Google

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Widodo berfoto bersama CEO Google, Sundar Pichai saat berkunjung ke kantor Google di Silicon Valley, San Fransisco, 17 Februari 2016. Untuk menyambut kedatangan Jokowi, Sundar Pichai mengenakan batik sebagai busana khas Indonesia dan membuat doodle bertema Indonesia. Foto: Dok. Google

    TEMPO.CO, Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya bersiap untuk meluncurkan peresmian ruang kerja bersama alias co-working space di Gedung Siola, bulan depan. Berbagai upaya untuk melengkapi fasilitas ruang tersebut dilakukan sebelum digunakan bersama Google.

    “Insya Allah pertengahan Agustus nanti, Google sudah datang ke Surabaya untuk mengajar dan transfer ilmu. Sehingga co-working space yang sudah ada kami bersihkan dan kami sempurnakan,” ujar Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya, Ery Cahyadi dalam siaran pers, Rabu, 12 Juli 2017.

    Simak: Google Danai Proyek Jurnalisme oleh Robot

    Hari ini, kata Ery, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ikut turun meninjau langsung kesiapan ruang yang berada di sebelah barat Taman Gantung itu. Ia menambahkan, pihaknya menargetkan pengerjaan dapat selesai pada akhir Juli 2017.

    Google dan Pemkot Surabaya masih menyusun kepastian jadwal pembelajaran di co-working space Siola. Google diharapkan dapat mengajar dua pekan sekali.

    Co-working space yang terletak di bangunan bersejarah Siola tersebut, masih dalam proses penyempurnaan penataan ruang. Di sini, warga Surabaya dapat memanfaatkannya sebagai “ruang kreativitas kerja” terutama anak-anak muda yang berminat pada industri kreatif.

    Ery mengatakan, Wali Kota Risma meminta agar ruang bersama itu nantinya dapat digunakan untuk menjual karya kreativitas anak-anak muda Surabaya. Selain didesain sebagai tempat berkreasi dan bekerja, di atas ruangan tersebut bakal dibangun tempat untuk memasarkan produk hasil dari kreasi di co-working space. “Kami gunakan ban bekas yang dimodifikasi sebagai kursi, juga meja dari kayu olahan limbah. Teman-teman kerja di situ tidak terkesan formal tapi ada produk yang dihasilkan,” tutur dia.

    Selain Co-working Space Google, Wali Kota Risma menginstruksikan untuk memperlebar ruangan Command Center dengan memaksimalkan sebuah ruangan di sebelahnya. Artinya, personel dan jumlah pantauan dan kamera CCTV juga akan ditambah. “Nantinya CC Room akan berbentuk berputar, akan diperlebar fungsinya. Ada lokasi di sebelah ruang rapat CC yang akan diplot sebagai ruangan CC,” tutur Eri.

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.