Menteri Rini Minta BUMN Perhatikan Realisasi Capex

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Rini Soemarno menggelar Open House di kediamannya, dalam Hari Raya Idul Fitri di Taman Patra, Jakarta Selatan, 25 Juni 2017. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    Menteri BUMN Rini Soemarno menggelar Open House di kediamannya, dalam Hari Raya Idul Fitri di Taman Patra, Jakarta Selatan, 25 Juni 2017. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meminta para direktur BUMN untuk memperhatikan realisasi belanja modal atau capex (capital expenditure). Belanja modal dinilai bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.

    "Yang sudah commit di RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) harus betul-betul direalisasikan," kata dia di kantornya, Jakarta, Jumat, 7 Juli 2017. Jika tidak, BUMN dapat menghambat perekonomian masyarakat. Menurut dia, BUMN bisa disalahkan jika pertumbuhan ekonomi tak berjalan positif.

    Simak: Pembangunan Konstruksi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dimulai

    Rini juga mengatakan bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati selalu menekankan realisasi capex BUMN yang dinilai masih rendah. "Capex Bu Rini ini masih belum sampai loh. Belum tinggi loh," kata dia meniru percakapan mereka.

    Capex BUMN tahun ini dipatok Rp 468 triliun. Targetnya meningkat dibandingkan realisasi capex BUMN pada 2016, yakni Rp 297 triliun.

    Menteri Rini juga mengingatkan para direktur tersebut untuk menjaga asetnya. "Saya ingatkan, jangan sampai kita kehilangan aset seperti Hotel Borobudur, Grand Indonesia," ujarnya. Tahun ini, aset BUMN ditargetkan mencapai Rp 7.035 triliun.

    Pesan lainnya dari Menteri Rini adalah untuk memikirkan dampak jangka panjang sebelum bekerja sama dengan pihak swasta. Dia menyatakan tak melarang kerja ssma, namun BUMN harus memperhatikan dampaknya kepada masyarakat. "Jangan akhirnya hilang dan hanya dinikmati oleh beberapa gelintir orang," ujar dia.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.