Samsung Akan Kuncurkan Investasi Rp 24,9 Triliun di Amerika  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Moon Jae-in dan istri. theguardian.co.uk

    Moon Jae-in dan istri. theguardian.co.uk

    TEMPO.CO, Seoul - Samsung Electronics Co mengumumkan rencana investasi senilai US$ 1,9 miliar atau sekitar Rp 24,9 triliun di dua pabrik Amerika Serikat saat Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mempersiapkan pertemuan puncak dengan Presiden Amerika Donald Trump.

    Baca: Korsel Investasi US$200 Juta di Sektor Infrastruktur & Listrik

    Samsung akan mengeluarkan US$ 1,5 miliar bagi pabrik semi konduktornya di Texas dan membangun pabrik senilai US$ 380 juta di South Carolina untuk peralatan rumah tangga. Menurut pernyataan dari perusahaan dan kamar dagang Korea Selatan, kedua investasi tersebut akan dilakukan hingga 2020.

    Pengumuman tersebut muncul tepat di depan pertemuan puncak pertama Moon dengan Presiden Amerika, yang telah menjadi kritikus vokal atas sebuah perjanjian perdagangan bebas dan menggambarkannya sebagai "jalan satu arah". Menurut Bank Ekspor-Impor Korea, Surplus perdagangan Korea Selatan dengan Amerika meningkat dua kali lipat sejak sebelum kesepakatan itu mulai berlaku pada 2012 meski investasi langsung di Amerika naik lebih dari 140 persen pada kuartal pertama tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

    Samsung mempekerjakan sekitar 3.000 orang di pabrik Austin dan telah menginvestasikan US$ 17 miliar sejak pabrik tersebut mulai beroperasi pada 1998. 

    Wakil ketua Samsung Electronics Kwon Oh-hyun bergabung dengan delegasi Moon bersama puluhan eksekutif dari perusahaan Korea Selatan lain, seperti Hyundai Motor Co. Mengutip sebuah laporan bahwa perusahaan tersebut mempertimbangkan membangun pabrik di Amerika untuk memproduksi peralatan rumah tangga, pada Februari lalu, Trump mencuit, "Terima kasih, @Samsung! Kami ingin sekali memiliki Anda [di sini]!"

    Fasilitas Newberry akan membuat peralatan rumah tangga, termasuk mesin cuci, mulai awal tahun depan. Samsung telah mengoperasikan call center di Greenville, South Carolina, yang mendukung 800 lapangan kerja. Samsung mulai mempertimbangkan untuk memperluas basis produksi Amerika sekitar tiga tahun lalu dan memulai berdiskusi dengan South Carolina pada musim gugur 2016.

    Baca: Alibaba Kucurkan Lagi Rp 13 Triliun untuk Lazada

    "Investasi Samsung adalah berita bagus untuk South Carolina dan Amerika. Selain itu, ini merupakan cerminan langsung dari kenyataan bahwa Amerika menjadi tujuan yang lebih kuat bagi bisnis global yang ingin tumbuh," kata Sekretaris Perdagangan Amerika Wilbur Ross dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Bloomberg, Kamis, 29 Juni 2017.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.