Dana Hilang, Nasabah Bank Mandiri Disarankan Komplain ke 14000

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan tengah menperhatikan layar peta operasional Mandiri ATM secara nasional di Pusat Kendali Bank Mandiri di Jakarta, 19 Juni 2017. Pada musim libur Idul Fitri 1438 H, Bank Mandiri memperkirakan kenaikan transaksi harian tertinggi mencapai lebih dari 34,8 juta transaksi melalui seluruh jaringan. Tempo/Tony Hartawan

    Karyawan tengah menperhatikan layar peta operasional Mandiri ATM secara nasional di Pusat Kendali Bank Mandiri di Jakarta, 19 Juni 2017. Pada musim libur Idul Fitri 1438 H, Bank Mandiri memperkirakan kenaikan transaksi harian tertinggi mencapai lebih dari 34,8 juta transaksi melalui seluruh jaringan. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo menyarankan agar nasabah yang dananya hilang akibat bermasalahnya sistem Bank Mandiri untuk menghubungi nomor 14000. Pada 22 Juni lalu, sistem Bank Mandiri sempat bermasalah karena melonjaknya transaksi.

    "Yang masalahnya belum selesai, silakan menghubungi nomor 14000. Akan kami proses, insyaAllah 1-2 hari akan selesai," ujar Kartika di kediaman Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Senin, 26 Juni 2017.

    Menurut Tiko, sapaan akrab Kartika, sistem Bank Mandiri yang bermasalah adalah transaksi tunai, transaksi antar bank, serta transaksi di mesin EDC. "Transaksi tunai sudah kita kredit semua. Transaksi antar bank sudah kita settle semua. Transaksi EDC lagi proses," katanya.

    Baca: Bank Mandiri: Layanan Online Sudah Pulih, Saldo Nasabah Dikoreksi

    Tahun depan, sebagai antisipasi, Tiko menyatakan akan memperbesar kapasitas back office terutama saat transaksi diperkirakan melonjak tajam, yakni saat Tahun Baru dan Lebaran. "Mungkin kita pakai cloud untuk extra space pada waktu processing di saat-saat peak seperti itu."

    Pada 22 Juni, menurut Kartika, jumlah transaksi di Bank Mandiri mengalami peningkatan yang luar biasa tidak seperti hari biasanya.

    "Tahun lalu, transaksi total hanya 20-30 juta transaksi per hari. Rata-rata harian hanya 12-15 juta transaksi per hari. Saat Lebaran 20-30 juta transaksi. Kemarin Kamis extra ordinary, 45 juta transaksi bahkan hampir 50 juta transaksi," kata Kartika.

    Baca: ATM Tertelan, Tabungan Bisa Dikuras

    Tiko menuturkan bahwa pada Kamis tersebut transaksi meningkat akibat banyaknya pembayaran gaji dan tunjangan hari raya (THR) bagi para pegawai. "Karena orang-orang banyak pembayaran hari terakhir, ada kendala di back office kami," ujar Tiko.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.