Pesan Menteri Perhubungan Agar Arus Balik 2017 Tak Menumpuk  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau kesiapan arus mudik di pelabuhan Soekarno Hatta Makassar. TEMPO/Iqbal Lubis

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau kesiapan arus mudik di pelabuhan Soekarno Hatta Makassar. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Nagreg - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengimbau para pemudik tidak menghabiskan seluruh waktu libur Lebaran 2017 di kampung halaman. Ia meminta para pemudik kembali ke Jakarta pada Kamis.

    "Agar tak ada penumpukan kendaraan pada Sabtu atau Minggu setelah Lebaran. Supaya tak macet dan happy ending," katanya saat ditemui di wilayah Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu, 24 Juni 2017.

    Baca: Menteri Perhubungan: Jalur Mudik Lancar, Tak Ada Kemacetan

    Budi mengatakan arus balik mulai terjadi pada H+4 Lebaran. Ia menambahkan, arus balik Lebaran 2017 berkorelasi dengan wisata masyarakat di tempat-tempat wisata di daerah tujuan mudik. "Kami akan memetakan daerah-daerah mana yang over lapping antara wisata dan arus mudik," ucapnya.

    Budi menuturkan arus mudik tahun ini lebih baik dibanding tahun lalu. Sebab, pada H-1 Lebaran tahun lalu masih banyak masyarakat yang berlebaran di jalan. "Saya (hari ini) ke Cipali, terpantau landai dan ke gerbang jalan tol Cikarang Utama mobil hanya sedikit," ujarnya.

    Menurut Budi, hal ini terjadi karena adanya pembagian peran antar masing-masing kementerian meski koordinator dalam hal mudik adalah Kementerian Perhubungan. Misalnya, tugas melakukan pembangunan dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

    Baca: Cerita Anies Bertemu Sopir Bis 30 Tahun Lebaran Tanpa Mudik

    Selain itu, Menteri Perhubungan menilai pihak lain, seperti kepolisian, bekerja keras dalam pengaturan lalu lintas. Budi juga mengapresiasi kerja Kementerian Kesehatan di posko-posko kesehatan di jalur mudik dan kerja Pertamina dalam menyediakan bahan bakar minyak bagi pemudik.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.