Kemenhub dan Bank Mandiri Luncurkan ID Card Co-branding

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja melakukan pembangunan gedung di depan gedung Bank Mandiri, Jakarta, (31/12). Sistem jaringan ATM empat bank pemerintah, Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN akan diintegrasikan guna meningkatkan pelayanan nasabah. TEMPO/Wahyu Setiawan

    Sejumlah pekerja melakukan pembangunan gedung di depan gedung Bank Mandiri, Jakarta, (31/12). Sistem jaringan ATM empat bank pemerintah, Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN akan diintegrasikan guna meningkatkan pelayanan nasabah. TEMPO/Wahyu Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Mandiri meluncurkan layanan non tunai berupa co branding uang elektronik (e-money) untuk ID Card pegawai untuk memudahkan pegawai Kementerian Perhubungan dalam bertransaksi sehari-hari.

    Baca: Bank Mandiri Layani PNBP Kementerian Perhubungan

    Peluncuran ID Card co branding tersebut dilakukan oleh Direktur Government and Institutional Bank Mandiri Kartini Sally dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, hari ini, Kamis, 15 Juni 2017.

    Melalui kerja sama ini, nantinya setiap pegawai Kementerian Perhubungan dapat memanfaatkan ID Card co branding tersebut untuk melakukan transaksi non tunai di tol Jabodetabek, tol luar Jakarta, busway, commuter line, retail merchant, SPBU, secure parking maupun tempat hiburan dan rekreasi.

    Menurut Direktur Government and Institutional Bank Mandiri Kartini Sally, kesepakatan tersebut juga merupakan implementasi komitmen perseroan dalam meningkatkan transaksi non tunai dan mewujudkan less cash society melalui kolaborasi dengan lembaga-lembaga negara. “Kami ingin memberikan pengalaman bertransaksi non tunai kepada masyarakat umum sehingga hal ini dapat tumbuh menjadi sebuah budaya,” ucapnya.

    Kartini berharap, ID Card co branding ini dapat digunakan oleh sekitar 7.000 pegawai kementerian Perhubungan untuk berbagai transaksi non tunai. Sama seperti e money lainnya, kartu ini juga dapat diisi ulang menggunakan aplikasi e-money isi ulang pada telepon pintar Android yang memiliki fitur NFC (near field communication), pada mesin ATM, kantor cabang Bank Mandiri, vending machine e-money, halte busway, gardu tol serta retailer Indomaret.

    Menurut Kartini, sinergi dengan Kementerian Perhubungan ini akan dapat meningkatkan frekuensi transaksi kartu prabayar e-money pada periode Januari - Mei 2017 yang telah mencapai 188 juta transaksi per bulan dengan nilai sebesar Rp 2 triliun. Ini bertumbuh 57 persen dari periode yang sama tahun lalu.

    Baca: Dorong Konvektivitas, Kemenhub Gandeng Bank Mandiri

    Dari nilai tersebut, transaksi terbesar terjadi di gerbang tol yakni  71 persen dari total transaksi. Hingga Akhir Mei 2017, jumlah kartu berlogo e-money yang telah diterbitkan oleh Bank Mandiri telah mencapai 9,6 juta.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.