Stok Daging Sapi dan Kerbau di Banten Berlebihan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga memadati pasar meugang tradisional untuk membeli daging sapi yang dijual pedagang Rp170 ribu per kilogram pada perayaan meugang besar Ramadan di Lhokseumawe, Aceh, 26 Mei 2017. Tradisi perayaan meugang dirayakan tiga kali dalam setahun yakni menjelang Ramadan, Idulfitri dan Idul Adha. ANTARA/Rahmad

    Warga memadati pasar meugang tradisional untuk membeli daging sapi yang dijual pedagang Rp170 ribu per kilogram pada perayaan meugang besar Ramadan di Lhokseumawe, Aceh, 26 Mei 2017. Tradisi perayaan meugang dirayakan tiga kali dalam setahun yakni menjelang Ramadan, Idulfitri dan Idul Adha. ANTARA/Rahmad

    TEMPO.CO, Serang - Persediaan daging segar, berupa daging sapi dan kerbau di Banten terbilang aman menjelang Idul Fitri ini, dan diperkirakan surplus pasokan daging sekitar 300 ton.

    Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus M Tauchid, di Serang, Selasa, mengatakan, daging ayam masih kekurangan walaupun rantai pasokan daging ayam tetap lancar.

    "Kita hitung H-10 dan H+7 lebaran kalau persediaan sapi yang ada di feedloter (perusahaan penggemukan sapi) dipotong semua, akan surplus 300 ton," kata Tauchid.

    Ia mengatakan, terjadinya surplus sekitar 300 ton itu jika menghitung jumlah sapi yang ada di pengumpul dan juga yang ada di masyarakat, serta menghitung kebutuhan selama Ramadhan dan menghitung konsumsi masyarkaat selama Ramadhan.

    Di Banten, ada 8.068 sapi siap potong di untuk H-10 sampai dengan H+7. Kemudian proyeksi alokasi kerbau siap potong di masyarakat Banten saat ini sekitar 3.950 kerbau.

    Sehingga, kata dia, produksi daging sapi dan kerbau pada H-10 sampai dengan H+8 Idul Fitri sebanyak 2.683,7 ton. Sementara konsumsi daging sapi dan kerbau sebanyak 2.383 ton dengan angka konsumsi perkapita daging 0,19 kilogram.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.