Asosiasi Usulkan Pembuatan Peta Jalan Industri Tekstil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Model membawakan busana berbahan batik karya Didi Budiardjo dalam rangkaian peringatan Hari Batik Nasional 2015 di Museum Tekstil, Jakarta, 2 Oktober 2015. Kegiatan yang selenggarakan oleh Yayasan Batik Nasional itu untuk meningkatkan kepedulian terhadap warisan budaya bangsa. ANTARA FOTO

    Model membawakan busana berbahan batik karya Didi Budiardjo dalam rangkaian peringatan Hari Batik Nasional 2015 di Museum Tekstil, Jakarta, 2 Oktober 2015. Kegiatan yang selenggarakan oleh Yayasan Batik Nasional itu untuk meningkatkan kepedulian terhadap warisan budaya bangsa. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) mengusulkan pembuatan peta jalan industri tekstil di Indonesia hingga 25 tahun mendatang, demikian disampaikan Ketua APSyFI Ravi Shankar.

    "Potensi investasi dan ekspansi industri tekstil sangat besar kedepan. Sehingga peta jalan ini akan sangat membantu," kata Ravi usai bertemu Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin, (22 Mei 2017).

    Menurut Ravi, investasi dan ekspansi industri tekstil saat ini masih tertahan, terlebih citra industri tersebut di mata perbankan masih diniliai negatif.

    Untuk itu, peta jalan industri tekstil dapat menjadi arahan para calon investor maupun pengusaha untuk mengekspansi bisnisnya di Indonesia.

    Dalam menyusun peta jalan tersebut, dibutuhkan studi yang sangat rinci dan jelas, agar tercipta modernisasi industri tekstil nasional dari hulu ke hilir, yang mampu bersaing dengan negara-negara lain.

    Pasalnya, beberapa negara seperti Cina, Vietnam dan Bangladesh telah memperdalam struktur industri tekstil di negara mereka, di mana mereka mengutamakan manufaktur untuk man-made fibre yang premium bukan lagi kapas.

    "Kalau industri ini mau tumbuh, memang nilai tambah harus didorong dari hulu, seperti benang dan kain yang selama ini masih impor," ujarnya.

    Dengan peningkatan nilai tambah di dalam negeri, industri ini akan menyumbang devisa negara karena impor akan semakin berkurang.

    Untuk itu, tambah Ravi, dibutuhkan peta jalan industri sebagai pedoman pengembangan industri tekstil nasional dari hulu hingga ke hilir.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.