Bali Terfavorit Peringkat Enam Wisata Asia Pasifik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bali, Minggu 7 Mei 2017. Kementerian Pariwisata menargetkan pencapaian kunjungan wisatawan, yakni sebesar 15 juta wisatawan asing, dan 265 juta pergerakan wisatawan nusantara. TEMPO/Subekti.

    Bali, Minggu 7 Mei 2017. Kementerian Pariwisata menargetkan pencapaian kunjungan wisatawan, yakni sebesar 15 juta wisatawan asing, dan 265 juta pergerakan wisatawan nusantara. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Destinasi Asia Pasifik Mastercard 2017 yang dirilis oleh World Travel & Tourism Council (WTTC) menyebutkan Bali hanya mampu bertengger di posisi keenam dari 20 besar dengan tiga ketagori yakni negara yang paling banyak dikunjungi (7,2 juta orang), total pengeluaran tertinggi oleh wisatawan (US$ 8,7 juta), dan lama menginap (62,4 juta malam).

    Secara keseluruhan, tingkat kunjungan ke 171 destinasi Asia Pasifik pada 2016 berjumlah 339,2 juta yang dipimpin oleh Bangkok yang berhasil menggaet 19,3 juta wisatawan, Singapura 13,1 juta, Tokyo 12,6 juta, Seoul 12,4 juta, dan Kuala Lumpur 11,3 juta.

    Dalam hal pengeluaran, Singapura berhasil menarik wisatawan dengan pengeluaran tertinggi yaitu sebesar US$ 254 per harinya, diikuti dengan Beijing US$ 242, Shanghai US$ 234, Hong Kong US$ 211, dan Taipei US$ 208.

    “Tahun lalu merupakan tahun yang menarik untuk sektor pariwisata di kawasan Asia Pasifik akibat adanya peningkatan tingkat kekayaan konsumen di negara-negara berkembang di kawasan Asia Pasifik. Asia Pasifik menjadi kawasan dengan pertumbuhan tercepat pada sektor pariwisata internasional, bila dilihat dari sisi kontribusi terhadap PDB, dengan kontribusi sebesar 8,5 persen terhadap total PDB dan 8,7 persen dari total lapangan kerja tahun lalu,” kata Desmond Choong,

    Independent Research Economist and Research Economist MasterCard Center for Inclusive Growth, mengutip keterangan resminya, Senin, 22 Mei 2017.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.