Terminal 3 Soekarno-Hatta Dikabarkan Terbakar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhamamd Awaluddin saat meresmikan Parkir Inap Baru di Bandara Soekarno-Hatta. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhamamd Awaluddin saat meresmikan Parkir Inap Baru di Bandara Soekarno-Hatta. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Angkasa Pura II membantah telah terjadi kebakaran di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat pagi (12 Mei 2017).

    Head of Corporate Secretary & Legal PT Angkasa Pura II, Agus Haryadi, saat dihubungi di Jakarta, Jumat mengatakan yang terbakar bukan gedung Terminal 3, melainkan barak pekerja kerja sama operasi (KSO) Kawahpejaya.

    "Itu bedeng (barak), jauh dari bangunan Terminal 3 sekitar 300 meter, " katanya.

    Berdasarkan pantauan, asap hitam membumbung tinggi dan kondisi bedeng habis dilalap si jago merah.

    Dia mengklaim kejadian tersebut tidak menganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

    "Tidak ada jadwal penerbangan yang terganggu," katanya.

    Terkait penyebab kebakaran, dia mengatakan hal itu masih diselidiki.

    Sementara itu, Manajer Proyek KSO Kawahapejaya, Tumbur Butarbutar, mengaku bertanggung jawab terkait kebakaran tersebut.

    Kerjasama operasi (KSO) Kawahapejaya yang terdiri dari enam perusahaan kontraktor proyek di Bandara Internasional Soekarno-Hatta menyatakan, foto bangunan terbakar yang beredar hari ini di media sosial adalah barak/bedeng pekerja.

    Lokasi barak itu cukup jauh dari terminal penumpang pesawat sehingga tidak mengganggu keseluruhan operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Adapun kebakaran diketahui pertama kali pada pukul 09.24 WIB.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.