Gunung Kidul Expo 2017 Targetkan 5.000 Pengunjung per Hari

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perajin memproduksi kerajinan patung Loro Blonyo (patung pasangan berpakaian khas Jawa) untuk pasar lokal dan ekspor di salah satu rumah industri di Gedangsari, Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta, Kamis (24/11). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Perajin memproduksi kerajinan patung Loro Blonyo (patung pasangan berpakaian khas Jawa) untuk pasar lokal dan ekspor di salah satu rumah industri di Gedangsari, Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta, Kamis (24/11). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Perdagangan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyelenggarakan Gunung Kidul Expo 2017 dalam rangka memperkenalkan produk industri kecil dan menengah di wilayah ini pada Selasa, 8 Mei 2017, hingga Sabtu, 13 Mei 2017, di Alun-alun Wonosari.

    "Kegiatan ini selain rangkaian untuk memperingati HUT ke-186 Kabupaten Gunung Kidul. Selain itu sebagai salah satu upaya untuk promosi produk UKM di Gunung Kidul," kata Kepala Dinas Perdagangan Gunung Kidul Hidayat di Gunung Kidul, Selasa.

    Ia mengatakan UKM yang mengikuti kegiatan ini ada 175 yang berasal dari 18 kecamatan di Gunung Kidul. Adapun produknya pangan, batik, hingga produksi mebel. Kegiatan ini berbeda dari tahun sebelumnya yang hanya memasang produk dari dinas. "Kami berharap, mengangkat produk UKM yang selama ini berkembang di masyarakat. Sehingga bisa meningkatkan perekonomian," katanya.

    Hidayat mengatakan kegiatan diharapkan masyarakat dan wisatawan bisa mengunjungi kegiatan ini. Apalagi kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari. "Setiap hari, kami targetkan 5000 pengunjung. Harapannya tidak hanya berasal dari sini tetapi luar daerah yang sedang berkunjung bisa mampir," katanya.

    Bupati Gunung Kidul Badingah berharap pameran ini diharapkan bisa meningkat mutu produksi UKM. Selain itu bisa meningkatkan kwalitas produk yang dihasilkan. "Expo sebagai salah satu upaya promosi UKM yang ada di Gunung Kidul," katanya.

    Diharapkan dengan kegiatan ini bisa meningkatkan pariwisata dalam pengembangan keparisiwataan yang dilakukan oleh pemkab. "Kami berharap kegiatan ini mendukung potensi pariwisata yang ada," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.