Pertemuan IMF, Luhut: Dunia Apresiasi Kinerja Ekonomi Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti usai rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta Pusat, 29 November 2016. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti usai rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta Pusat, 29 November 2016. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut kalangan ekonom dunia mengapresiasi capaian ekonomi Indonesia yang tumbuh 5,02 persen pada 2016, naik dari tahun sebelumnya sebesar 4,88 persen.

    Luhut di Jakarta, Kamis, 4 Mei 2017, menceritakan, apresiasi itu disampaikan kalangan ekonom dunia kepada Luhut saat ia menghadiri Pertemuan Tahunan Musim Semi Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Washington, Amerika Serikat.

    Baca: Kepala BPS Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini Lebih Baik

    "Kami baru balik dari Spring Annual Meeting IMF-WB. Ekonom dunia, menteri keuangan dan gubernur bank sentral dunia semua mengapresiasi pencapaian Indonesia," katanya.

    Luhut menjelaskan Direktur IMF Christine Lagarde mengapresiasi fundamental ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi. Bahkan, Luhut menyebut di jajaran G-20, Indonesia menempati posisi nomor tiga.

    "Di dalam G-20, India, China, Indonesia meski memang dalam basis data keekonomian kita jauh lebih baik dari India dan China," katanya.

    Baca: Menko Darmin Sebut Pertumbuhan Ekonomi Tinggi

    Menurut Luhut, Presiden Jokowi dianggap sebagai pemimpin yang berbeda karena memahami ekonomi makro secara detil dan dinilai bekerja dengan hati.

    Atas penilaian tersebut, Lagarde meminta bertemu dengan Jokowi di Beijing, China.  "Dia (Presiden) juga dapat apresiasi dari Christine Lagarde dan Lagarde minta ketemu sama Presiden besok di Beijing," katanya.

    Oleh karena itu, terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah pertemuan tahunan IMF-WB di Bali pada 2018 mendatang harus jadi ajang yang bisa dimanfaatkan. "Seluruh menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari 189 negara akan hadir, 33 kepala negara akan datang, dan diramalkan, akan ada 15 ribu yang datang. Makanya Bali akan betul-betul kami siapkan," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).