Melonjak, Kunjungan Wisata ke Sulawesi Utara Capai 17.941 Turis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang nelayan mengayuh perahunya saat berada di pantai Lakban di Teluk Buyat, Kecamatan Ratatotok, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, 1 Desember 2015. Keindahan pantai lakban memang menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Minahasa Tenggara. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Seorang nelayan mengayuh perahunya saat berada di pantai Lakban di Teluk Buyat, Kecamatan Ratatotok, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, 1 Desember 2015. Keindahan pantai lakban memang menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Minahasa Tenggara. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Tren kunjungan wisatawan asing ke Sulawesi Utara menunjukkan tren menanjak dalam tiga bulan pertama 2017. Selama kuartal I/2017, kunjungan wisatawan asing ke Bumi Nyiur Melambai mencapai 17.941 turis.

    Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara yang dikutip Bisnis.com, Rabu, 3 Mei 2017, menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan asing selama kuartal I/2017 melesat hingga lima kali lipat dari posisi kuartal I/2016 yang hanya mencapai 3.467 turis.

    Berdasarkan asal negara, turis yang melawat ke Sulawesi Utara didominasi dari China. Sejak awal tahun, turis asal Negeri Tirai Bambu selalu menempati urutan pertama asal negara yang berkunjung ke Sulawesi Utara.

    Di Maret 2017, jumlah turis China yang melancong mencapai 3.889 turis atau 75,54 persen. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandignkan dengan Singapura, Jerman, Amerika Serikat, dan Hongkong di mana kunjungan turis dari negara-negara tersebut hanya berkisar 109-170.

    Untuk diketahui, sejak tahun lalu Bandara Sam Ratulangi di Manado sudah menerapkan kebijakan bebas visa untuk 169 negara. Adapun, tahun lalu ada delapan penerbangan carter langsung dari China dan satu penerbangan regular langsung dari Singapura.

    Di sisi lain, peningkatan kunjungan wisatawan asing ke Sulawesi Utara berbanding lurus terhadap kinerja perhotelan. Tingkat penghunian kamar atau okupansi hotel di Maret 2017 naik 11,43 poin secara bulanan menjadi 68,16 persen. Secara tahunan, okupansi per Maret 2017 juga lebih tinggi dibandingkan dengan posisi Maret 2016 sebesar 65,58 persen.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.