Angkasa Pura II Datangkan Skytrain Soekarno-Hatta dari Korea

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan pembangunan stasiun kereta bandara Soekarno - Hatta, di Tangerang, Banten, 28 Februari 2017. PT Angkasa Pura II optimis pembangunan stasiun kereta di Bandara Internasional Soekarno-Hatta tuntas pada akhir Maret 2017. ANTARA/Lucky R.

    Pekerja menyelesaikan pembangunan stasiun kereta bandara Soekarno - Hatta, di Tangerang, Banten, 28 Februari 2017. PT Angkasa Pura II optimis pembangunan stasiun kereta di Bandara Internasional Soekarno-Hatta tuntas pada akhir Maret 2017. ANTARA/Lucky R.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Angkasa Pura II akan mengoperasikan proyek kereta tanpa awak atau Skytrain Bandar Udara Soekarno-Hatta dua pekan menjelang Lebaran 2017.

    "Kami berupaya Automated People Mover System (APMS) ini bisa beroperasi mengantar penumpang dari Terminal 2 ke Terminal 3 dulu," kata Direktur Teknik dan Operasional PT Angkasa Pura II, Djoko Murdjatmojo, Rabu, 26 April 2017.

    Saat ini, kata Djoko, pembangunan kereta bernilai investasi Rp 950 miliar tersebut sudah setengah rampung. "Sekarang sedang dikerjakan infrastruktur, jalur dan tiang pancang," kata dia.

    Baca juga: Kereta Tanpa Awak Bandara Soekarno-Hatta Beroperasi Juni

    Dalam waktu dekat, Djoko mengatakan, proyek Skytrain memasuki pembuatan instalasi rel dan stasiun. "Minggu ini satu rangkaian gerbong berangkat dari Korea," kata dia. "Pertengahan Mei diharapkan sampai di Jakarta."

    Djoko memastikan tak adanya kendala dalam proyek moda transportasi antar terminal kereta tanpa pengemudi Bandara Internasional Soekarno-Hatta ini. "Semua terkendali karena semua proses pembangunanya dalam bandara," kata dia.

    Presiden Director PT Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin, sebelumnya mengatakan, Skytrain Soekarno-Hatta mulai beroperasi pada Juni nanti. Dari target pengoperasian tiga rangkaian Skytrain Agustus nanti, satu rangkaian terdiri dari dua kereta akan dijalankan pada ujicoba tahap pertama.

    Simak pula: Tanpa Subsidi, Tarif Kereta Bandara Soetta Lebih dari Rp 100 Ribu

    "Yang akan dioperasikan adalah satu trainset yang terdiri dari dua kereta dengan kapasitas total menampung 176 orang untuk perpindahan penumpang pesawat atau pengunjung bandara dari Terminal 2 ke Terminal 3 maupun sebaliknya," kata Awaluddin.

    Skytrain akan beroperasi penuh dengan tiga trainset berkapasitas total 528 orang. Moda transportasi ini akan menghubungkan Terminal 1, Terminal 2, Terminal 3, dan integrated building pada Agustus 2017.

    Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura II Agus Haryadi mengatakan investasi Skytrain meliputi investasi pengadaan trainset dan investasi pembangunan infrastruktur.

    Pengadaan trainset Skytrain beserta teknologi di dalamnya disiapkan oleh PT LEN Industri (Persero) dan Woojin asal Korea Selatan. Nilai investasi PT Angkasa Pura II (Persero) sebesar Rp 530 miliar.

    Lihat juga: KA Bandara Soekarno-Hatta Hanya Layani Transaksi Nontunai

    Skytrain dilengkapi sistem automated guideway transit (AGT) dengan ban karet yang dilengkapi pengarah dan berpenggerak sendiri atau self propelled. Kecepatan operasi Skytrain ini dapat mencapai 60 km/jam.

    Infrastruktur seperti jalur dan terminal Skytrain dibangun oleh perusahaan patungan antara PT Wijaya Karta Tbk dan PT Indulexco. PT Angkasa Pura II (Persero) berinvestasi sebesar Rp 420 miliar dalam proyek infrastruktur ini.

    Skytrain ini akan melengkapi fasilitas kereta bandara yang menghubungkan Jakarta (Stasiun Manggarai) ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

    JONIANSYAH HARDJONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.