Minggu, 25 Februari 2018

Kereta Produk INKA Masuki Pasar Afrika

Oleh :

Tempo.co

Jumat, 21 April 2017 20:00 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kereta Produk INKA Masuki Pasar Afrika

    Sejumlah pekerja PT INKA di Kota Madiun, Jawa Timur sedang menyelesaikan bagian atap KRL Bandara Soekarno - Hatta, 14 Maret 2017. TEMPO/Nofika Dian Nugroho

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Industri Kereta Api (INKA) memasuki pasar Afrika, mulai memromosikan produk unggulannya ke negara-negara di kawasan itu.

    Direktur Keuangan dan SDM PT INKA (Persero) Mohamad Nur Sodiq mengatakan Direktur Komersial PT INKA akhir bulan ini antara lain akan mengunjungi Etiopia, Zambia, Mozambik dan Afrika Selatan untuk memromosikan produk. "Mudah-mudahan semua merespons dengan baik," katanya di Madiun, Jumat, 21 April 2017.

    BacaPemerintah Ajak AS Kerjasama di Industri Digital dan Kreatif

    Ia menjelaskan negara-negara kawasan ASEAN sudah menggunakan produk PT INKA dan perusahaan juga mengikuti tender pengadaan kereta rel diesel elektrik (KRDE) di Sri Lanka. "Kami sudah mulai merambah pasar di kawasan Asia Selatan dan saat ini mulai masuk ke kawasan Afrika," kata Sodiq.

    Selain menggarap pasar ekspor, Sodiq menjelaskan, perusahaan juga meningkatkan layanan untuk pasar domestik, antara lain dengan meluncurkan produk seperti kereta bandara dan kereta ringan (Light Rail Transit/(LRT), serta memroduksi komponen kereta dan alat transportasi selain kereta api seperti bus gandeng.

    INKA menggarap proyek penyediaan layanan kereta Bandara Soekarno Hatta dan menjadi mitra PT KAI dalam meremajakan kereta-keretanya. Dengan berbagai upaya itu, PT INKA (Persero) mematok target penjualan tahun 2017 bisa sampai Rp 2,6 triliun, naik dari target penjualan tahun lalu yang sebanyak Rp 1,6 triliun dan terealisasi Rp 1,8 triliun.

    ANTARA


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.