Minggu, 25 Februari 2018

Kemenlu : Komitmen Bisnis Indonesia dan Pemerintahan Trump Kuat  

Oleh :

Tempo.co

Jumat, 21 April 2017 15:57 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kemenlu : Komitmen Bisnis Indonesia dan Pemerintahan Trump Kuat  

    Wakil Presiden Amerika Serikat Michael Pence disambuit kedatangannya oleh Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla jelang melakukan pertemuan di Istana Negara, Jakarta, 20 April 2017. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Luar Negeri menegaskan kuatnya komitmen kemitraan antara Indonesia dan pemerintahan baru Amerika Serikat yang kini dipimpin oleh Presiden Donald Trump.

    Kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat Michael R. Pence ke Indonesia selama dua hari sejak 20 April 2017 dianggap sebagai satu dari bukti kuatnya hubungan kedua negara ini.

    ”Hari ini (21 April), ada 10 nota kesepahaman bisnis di berbagai bidang yang disaksikan kedua wapres (Indonesia-AS),” kata Arrmanatha saat jumpa pers di gedung Kementerian Luar Negeri, Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat, 21 April 2017.

    BacaEkonomi Kuartal I Tumbuh Rendah, Ini Sebabnya

    Nilai komitmen dari nota kesepahaman yang diteken kedua pihak di Hotel Shangri-La Jakarta itu mencapai US$ 10 miliar. “Ada soal pengolahan limbah dan energi,” katanya. “Itu menunjukkan komitmen kedua negara di bidang ekonomi.”

    Pence mengatakan Kamar Dagang dan Industri Amerika dan Inggris tak hanya memperkuat kerja sama dengan Indonesia, tapi juga dengan sejumlah negara di Asia-Pasifik. “Bisnis Anda menciptakan lapangan kerja,” ujarnya. 

    LihatKembangkan Fintech, OJK Jalin Kerja Sama dengan Australia

    Pence berpendapat, kerja sama bisnis kedua negara menguntungkan, termasuk dalam hal menambah lapangan pekerjaan. Penandatanganan melibatkan beberapa perusahaan, seperti kerja sama Applied Materials dan PT PLN, Exxon Mobil dan Pertamina, Greenbelt Resources dan Jababeka, Lookheed Martin dan TNI AU dalam bidang persenjataan, serta Honeywell dan PT Dirgantara Indonesia. 

    YOHANES PASKALIS | ARKHELAUS WISNU



     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.