Istana Bicara tentang Pembangunan Disneyland Boyolali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karakter Disney Goofy dan Pluto berpose jelang belangsungnya Disney Stars Parade, perayaan ulang tahun ke-25 di Marne-la-Vallee, Paris, Perancis, 16 Maret 2017. REUTERS

    Karakter Disney Goofy dan Pluto berpose jelang belangsungnya Disney Stars Parade, perayaan ulang tahun ke-25 di Marne-la-Vallee, Paris, Perancis, 16 Maret 2017. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta – Istana Kepresidenan menyambut baik rencana pembangunan taman hiburan Disneyland di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, yang diharapkan mampu memberikan dampak ikutan yang besar bagi masyarakat sekitar.

    Hal itu disampaikan Sekretaris Kabinet Pramono Anung Wibowo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 17 April 2017. “Indonesia membuka secara luas terhadap investasi yang mempunyai multiplier effect kepada pembangunan daerah,” kata Pramono.

    BacaSiapkan Rp 6 Triliun, Disneyland Berencana Bangun Wahana di Boyolali

    Sebelumnya, diberitakan bahwa rencana pembangunan Disneyland di Boyolali membutuhkan lahan seluas 100 hektare, yang diperkirakan memiliki daya tampung parkir kendaraan hingga 22 ribu mobil. Investasi proyek taman rekreasi tersebut diperkirakan Rp 6 triliun dari investor asing sebagaimana disampaikan Bupati Boyolali Seno Samodro beberapa waktu lalu.

    Pramono menerangkan, Istana menyambut baik jika kemudian dibangun Disneyland atau wahana hiburan tingkat dunia lainnya sepanjang membawa perbaikan ekonomi bagi daerah. “Apa pun (jika) membawa perbaikan ekonomi bagi daerah termasuk di Boyolali,” katanya.

    Simak pulaPemerintah DIY Tunggu Respons Disneyland

    Terlebih di kawasan itu juga sudah dikembangkan triangle, meliputi Solo-Klaten-Jogja sehingga, jika kemudian Boyolali masuk ke dalamnya, potensi berkembangnya lebih besar. Menurut Pramono, jika Boyolali masuk tiga daerah investasi itu, ada kemungkinan akan menjadi lebih baik, terutama bagi masyarakat di dalamnya.

    ”Kalau memang Disneyland ada, kan ini investasi cukup besar. Kita sangat terbuka dan mengharapkan, kalau memang benar, ya, alhamdulillah,” ucap Pramono.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.