Wacana Ganjil Genap di Tol, Menteri Budi Minta Waktu Satu Bulan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan pemudik di jalan tol Jakarta-Cikampek, 1 Juli 2016. ANTARA/Risky Andrianto

    Kendaraan pemudik di jalan tol Jakarta-Cikampek, 1 Juli 2016. ANTARA/Risky Andrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah akan mengundang berbagai pihak untuk membahas penerapan sistem ganjil-genap plat nomor kendaraan di jalan tol pada musim mudik Lebaran 2017. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan perwakilan masyarakat, termasuk ahli akan diundang. "Kalau nanti ternyata dalam diskusi semua setuju, kami akan terapkan," katanyadi Stasiun Senen, Jakarta, Jumat, 14 April 2017.

    Menurut Budi, pemerintah tidak aka memaksa jika peserta diskusi menolak kebijakan tersebut. Pemerintah meminta waktu satu bulan untuk mengambil keputusan. Pasalnya, perubahan tidak serta merta dapat diterapkan. "Nanti Mei kami kabari apakah akan ganjil-genap atau tidak," ujarnya.

    Baca: Mudik Lebaran, Pemerintah Kaji Skema Ganjil-Genap di Jalan Tol

    Wacana penerapan ganjil-genap di jalan tol pada lebaran merupakan usulan dari masyarakat. Budi mengapresiasi ide tersebut. Ia berjanji mendiskusikan dampak penerapan aturan tersebut terhadap kehidupan masyarakat.

    Budi menambahkan peraturan ganjil-genap bisa membantu pembatasan jumlah kendaraan. "Untungnya membatasi kendaraan, jadi bisa bergantian."

    Baca: Wacana Ganjil Genap di Jalan Tol, Ini Jawaban Menteri PUPR

    Namun kebijakan tersebut juga bisa menyusahkan masyarakat yang waktunya terbatas dan hanya mempunyai satu  mobil. Tanpa sosialisasi maksimal, menurut Budi  mereka bisa kecewa karena tiba-tiba tidak boleh melintasi tol.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekaman 8 Menit 46 Detik Drama Kematian George Floyd

    Protes kematian George Floyd berkecamuk dari Minneapolis ke berbagai kota besar lainnya di AS. Garda Nasional dikerahkan. Trump ditandai oleh Twitter.