Panasonic Targetkan Pertumbuhan di Atas 20 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Ki-Ka) President Director PT Panasonic Gobel Indonesia, Hiroyoshi Suga bersama Vice President Director Rinaldi Sjarif berfoto dengan produk di Hotel Shangrila (22/4). TEMPO/Aditia Noviansyah

    (Ki-Ka) President Director PT Panasonic Gobel Indonesia, Hiroyoshi Suga bersama Vice President Director Rinaldi Sjarif berfoto dengan produk di Hotel Shangrila (22/4). TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Panasonic Gobel Indonesia menargetkan pertumbuhan di atas 20 persen tahun ini. Presiden Direktur Panasonic Gobel Indonesia  Hiroyoshi Suga merasa yakin target itu dapat tercapai mengingat Indonesia merupakan pasar potensial.

    "Begitu banyak pembangunan infrastruktur di sini. Kami punya peluang menjual berbagai produk," kata Hiroyoshi Suga  di Jakarta Convention Center, Rabu, 12 April 2017.

    Baca: 2019-2020, Menteri Jonan Pasang Panel Surya di 2.500 Desa

    Hiroyoshi mengatakan di tengah pembangunan infrastruktur, potensi penjualan produk Panasonic bisa melalui berbagai produk, seperti air conditioner dan lighting. Pihaknya membentuk tim khusus agar target pertumbuhan tersebut benar-benar bisa dicapai. "Kami sedang berdiskusi dan membentuk tim demi mencapai target tersebut," ujarnya.

    Associate Director PT Panasonic Gobel Indonesia Achmad Razaki mengatakan pangsa pasar untuk produk AC saat ini adalah 23-25 persen. Sedangkan untuk produk televisi dan mesin cuci masih di bawah 10 persen.

    Achmad Razaki mengungkapkan Panasonic masih mengandalkan produk AC di Indonesia. Namun mereka ingin menggenjot penjualan di produk mesin cuci, televisi dan lemari es. "Kami ingin perkuat di lemari es, mesin cuci, televisi dan pompa."

    Simak: Saham United Airlines Anjlok Setelah Insiden Seret Penumpang

    Panasonic Gobel Indonesia di tahun lalu berhasil mencatatkan pertumbuhan sebanyak 15 persen untuk pasar peralatan rumah tangga. Di kuartal I 2017 ini diakui oleh Achmad Razaki kondisi penjualan mereka sedang menurun.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.