Hindari Kasus Hambalang, Pemerintah Sosialisasi UU Konstruksi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah bangunan wisma atlet yang terbengkalai di Desa Hambalang, Bogor, 19 Maret 2016. Proyek yang rencananya digunakan untuk para atlet ini terhenti akibat kasus korupsi pada 2011.  TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    Sejumlah bangunan wisma atlet yang terbengkalai di Desa Hambalang, Bogor, 19 Maret 2016. Proyek yang rencananya digunakan untuk para atlet ini terhenti akibat kasus korupsi pada 2011. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    TEMPO.CO, Balikpapan - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mensosialisasikan Undang Undang No 2 Tahun 2017 Tentang Jasa Konstruksi. Undang Undang ini memuat berbagai aturan jasa konstruksi sesuai perkembangan zaman yang tidak diakomodir aturan terdahulu.

    "Ini menjadi Undang Undang Jasa Kontruksi yang memberikan perlindungan bagi pengguna dan penyedia jasa kontruksi,” kata Direktur Bina Kelembagaan dan Sumber Daya Jasa Konstruksi, Yaya Supriyatna di Balikpapan, Jumat, 31 Maret 2017.

    Baca juga:

    Kementerian Pekerjaan Umum: UU Jasa Konstruksi Tak Menabrak Aturan MEA

    Yaya mengatakan, jasa konstruksi di Indonesia nilainya menyentuh angka Rp 1.000 triliun per tahunnya dilaksanakan pemerintah maupun swasta. Angka ini terus meningkat seiring geliat perekonomian nasional yang terus membaik.

    Sebelumnya, Yaya menyebutkan, sejumlah lelang proyek jasa konstruksi pemerintah berujung konsekwensi aparat penegak hukum. Menurutnya, pengguna jasa konstruksi harus menghadapi proses hukum atas permasalahan lelang yang menyalahi aturan.
    Selain itu, sejumlah proyek ratusan miliar rupiah akhirnya juga terpaksa dihentikan menyusul penyidikan dilaksanakan aparat. Negara harus menanggung kerugian akibat terhentinya pembangunan konstruksi sesuai jadwal sudah ditentukan.

    Silakan baca:

    UU Jasa Konstruksi, Ketua Komisi V: Pelaku Usaha Jadi Tuan Rumah

    "Sifat konstruksi adalah akan rusak saat pembangunannya dihentikan beberapa waktu. Lihat saja contohnya proyek Hambalang yang mangkrak seluruhnya saat terkena permasalahan pembangunannya. Kerugiannya sangat besar termasuk pula beberapa bagian yang sudah dikorupsi," ujarnya.

    Permasalahan seperti ini, kata Yaya terjadi di seluruh wilayah Indonesia soal pelaksanaan tender proyek jasa kontruksi. Para pelaksana dan pengguna tender proyek, menurutnya akan was was saat ditunjuk menyelenggarakan jasa konstruksi.
    Sehubungan itu, Yaya menyatakan, Undang Undang No 2 bisa memberikan perlindungan hukum bagi pelaksana dan pengguna jasa konstruksi di Indonesia. Mereka tentunya harus melaksanakan sesuai ketentuan sudah digariskan Undang Undang yang berlaku sejak 12 Januari 2017.

    "Tidak ada celah pidana dalam jasa kontruksi saat ini. Terkecuali ada operasi tangkap tangan (OTT), aparat hukum akan sulit masuk dalam proyek jasa konstruksi,” paparnya.
    Yaya menyatakan, aparat hukum juga harus terlebih dahulu mengantongi audit kerugian negara diberikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Proses pembangunan kostruksi fisik bangunan tetap berjalan ditengah penyidikan sedang berlangsung. "Kalaupun ada proses penyidikan polisi, proses pembangunan juga harus tetap berjalan. Ini untuk meminimalkan kerugian akan terjadi,” katanya.

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga komitmen dalam mensosialisasikan pemahaman Undang Undang No 2 Tahun 2017 ke seluruh aparatur negara. Kedepannya tidak menutup kemungkinan akan ada memorandum of understanding (Mou) dengan aparat Kepolisian, Kejaksaan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal pemberlakuan Undang Undang ini. “Kalau ini sudah komunikasi antar elit untuk menggalakan pemahaman Undang Undang,” ujarnya.

    Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sedang mensosialisasikan keberadaan Undang Undang No 2 pada instansi terkait di seluruh Indonesia. Mereka menggelar pelaksanaan sosialisasi aturan ini mengundang instansi Dinas Pekerjaan Umum seluruh Kalimantan di Balikpapan.

    SG WIBISONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.