Pengembangan Energi Terbarukan, Kadin: Swasta Perlu Insentif  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mural bermuatan kampanye penggunaan energi terbarukan dipampang di area konferensi perubahan iklim di Lima, Peru. (TEMPO/Shinta Maharani)

    Mural bermuatan kampanye penggunaan energi terbarukan dipampang di area konferensi perubahan iklim di Lima, Peru. (TEMPO/Shinta Maharani)

    TEMPO.COJakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong semua pemangku kepentingan menggali peluang bisnis dan investasi di sektor energi baru terbarukan dan konservasi energi. 

    Ketua Komite Tetap Kadin di Bidang Lingkungan dan Pengelolaan Limbah Donny Yoesgiantoro mengatakan ada banyak tantangan dalam pengembangan energi terbarukan. Selain masalah keuangan, tantangannya antara lain kesulitan dalam pengadaan lahan, proses perizinan, tata ruang yang tumpang tindih, juga data dan informasi yang terbatas.

    Menurut dia, masalah-masalah seperti ini yang menyulitkan pembangunan energi terbarukan di Indonesia, walaupun semua pihak telah memiliki tujuan dan orientasi yang jelas bagi pengembangan energi di masa depan. “Untuk mempercepat pembangunan dan investasi di sektor energi terbarukan, para investor mengharapkan insentif yang menarik serta peraturan yang mendukung untuk investasi,” kata Donny dalam pesan tertulisnya, Rabu, 15 Maret 2017.

    Baca: Pengusaha Tolak Tarif Baru Energi Bersih

    Menurut Donny, pengembangan biogas dan limbah untuk energi di masa mendatang akan optimal jika pemerintah berani mengambil langkah melakukan pembatasan bahan bakar minyak (BBM) dan beralih pada subsidi untuk energi baru terbarukan. “Pengembangan biogas dan limbah skala mikro untuk energi akan tumbuh lebih cepat jika pemerintah memberikan dukungan untuk membiayai riset dan pengembangannya,” katanya.

    Selain itu, dukungan perbankan sangat diharapkan dalam pengembangan energi terbarukan. Dunia usaha meminta otoritas keuangan dapat memberikan alokasi kredit khusus yang menarik. “Di masa depan, kita perlu mempertimbangkan anggaran tambahan, seperti Malaysia, misalnya, dengan menyumbangkan 1 persen dari biaya listrik,” ucapnya.

    Donny mengungkapkan, keterbatasan cadangan energi fosil membuka peluang lebih besar bagi energi baru dan terbarukan untuk lebih dikembangkan dan dieksplorasi. Kadin mencatat, penggunaan energi baru terbarukan di Indonesia baru mencapai 6,8 persen.

    “Inilah tantangan kita di masa depan. Energi fosil mungkin akan sangat terbatas dengan perkiraan di tahun 2025. Sumber energi biogas dan limbah bisa menjadi salah satu alternatif yang menjanjikan,” tutur Donny. 

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.