Purbalingga Kembangkan Enam Desa Wisata

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatawan mencoba arus deras Sungai Klawing Purbalingga (3/7). Sungai Klawing disiapkan untuk Kejuaraan Internasional Arung Jeram. (Tempo/Aris Andrianto)

    Sejumlah wisatawan mencoba arus deras Sungai Klawing Purbalingga (3/7). Sungai Klawing disiapkan untuk Kejuaraan Internasional Arung Jeram. (Tempo/Aris Andrianto)

    TEMPO.CO, Jakarta-Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa tengah, pada tahun 2017 ini akan mengembangkan enam desa wisata rintisan yang ada di wilayah tersebut. "Masing-masing desa ini nantinya akan dibantu satu orang fasilitator," kata Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata (Dinporapar) Purbalingga, Mulyanto di Purbalingga, Kamis 9 Maret 2017.

    Dia menambahkan, fasilitator yang akan melakukan pendampingan akan diseleksi oleh Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata Purbalingga. Keenam desa wisata rintisan tersebut yaitu, Desa Bumisari di Kecamatan Bojongsari, Bokol di Kecamatan Kemangkon, Kaliori di Kecamatan Karanganyar serta dua desa di Kecamatan Rembang, Gunung Wuled, dan Bantarbarang.

    Aktivitas di beberapa desa, kata dia, memang sudah berjalan sejak setahun belakangan. "Contohnya, Bantarbarang dengan Jembatan Pelangi, Desa Bokol dengan sanggar kesenian dan wisata kulinernya. Tapi perlu dikemas lebih menarik agar dapat menarik wisatawan untuk dapat berkunjung," katanya.

    Oleh karena itu, tambah dia, perlu adanya peran seorang fasilitator guna mengembangkan desa-desa wisata tersebut. Dia juga mengatakan, Dinporapar Purbalingga telah membuat pemetaan awal terkait pengembangan desa wisata.

    "Dari pemetaan awal yang dilakukan diketahui bahwa sejumlah desa memiliki karakteristik yang berbeda," katanya.

    Contohnya, kata dia, Desa Bumisari di Kecamatan Bojongsari memiliki potensi wisata alam Curug Dhuwur, Curug Sawangan dan Curug Mangli yang sudah dikenal. "Sedangkan untuk aktivitas lainnya, wisatawan bisa ikut belajar membuat gula kelapa dan menari Dames," katanya.

    Sementara itu, Desa Bokol, Kecamatan Kemangkon memiliki sanggar seni "Darimu" yang menggelar pentas secara rutin. "Bahkan, tahun lalu ada wisatawan dari Belanda yang datang berkunjung. Selain itu, wisata kuliner tradisional juga menjadi andalan desa ini," katanya.

    Karakteristik yang dimiliki masing-masing desa, kata dia, merupakan potensi yang bisa dikembangkan guna menarik kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.