Tersangka Faktur Pajak Palsu Rugikan Negara Rp 123 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Penegakan Hukum DJP Dadang Suwarna (kanan) memeriksa barang bukti yang disita terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di Kantor Pusat Dirjen Pajak, Jakarta, 26 Januari 2017. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Direktur Penegakan Hukum DJP Dadang Suwarna (kanan) memeriksa barang bukti yang disita terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di Kantor Pusat Dirjen Pajak, Jakarta, 26 Januari 2017. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak menyatakan berkas tersangka penerbit faktur palsu, Amie Hamid, telah lengkap. Berkas tersangka yang dijerat tindak pidana pencucian uang ini dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis, 26 Januari 2017.

    Menurut Direktur Penegakan Hukum Direktorat Jenderal Pajak Dadang Suwarna, Amie menerbitkan faktur pajak palsu senilai Rp 1,2 triliun. Dari penjualan tersebut, nilai potensi pajak penjualan negara yang hilang sebesar Rp 123,41 miliar. Dari transaksi itu, Amie diduga mengantongi keuntungan Rp 49,15 miliar.

    "Amie Hamid diduga mencuci uang hasil penjualan faktur pajak abal-abal yang ia terbitkan sendiri," kata Dadang di Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Kamis, 26 Januari 2017.

    Pada Maret 2016, Amie telah divonis bersalah karena menerbitkan faktur pajak yang tidak berdasarkan transaksi sebenarnya. Ia dihukum 2 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 246,83 miliar.

    Baca
    : Ditjen Pajak Limpahkan Kasus Faktur Fiktif ke Pengadilan

    Amie terancam dihukum lebih lama atas kasus baru yang menjeratnya. Ia terancam pidana 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp 10 miliar.

    Amie diduga mengalihkan hasil penjualan tersebut ke berbagai aset yang kini menjadi sitaan negara. Aset tersebut meliput delapan bidang properti, baik tanah maupun bangunan, dengan taksiran nilai pasar sebesar Rp 24,5 miliar  dan sembilan kendaraan bermotor dengan total nilai sekitar Rp 1,9 miliar. Selain itu, terdapat uang tunai sebesar Rp 441 juta yang merupakan pengembalian atas pembatalan pembelian apartemen Unit 31 BD Tipe 2BR-B dengan luas 61,40 meter persegi di Newmont Apartment.

    VINDRY FLORENTIN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.