Malam Tahun Baru, Penumpang KA Bisa Naik dari Jatinegara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik bergegas menuju rangkaian gerbong kereta api Cirebon Ekspress di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu 26 Juli 2014. ANTARA/Andika Wahyu

    Pemudik bergegas menuju rangkaian gerbong kereta api Cirebon Ekspress di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu 26 Juli 2014. ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.COJakarta - PT Kereta Api Indonesia menyiapkan rekayasa perjalanan sejumlah kereta api jarak jauh yang berangkat dari Stasiun Gambir, Jakarta, pada Sabtu, 31 Desember 2016. Senior Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Sapto Hartoyo mengatakan rekayasa ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan kemacetan terjadi di sekitar Monas akibat perayaan tahun baru 2017.

    Rekayasa dilakukan mulai keberangkatan kereta pukul 19.15. "Jadi penumpang yang kesulitan menuju Gambir bisa naik dari Stasiun Jatinegara. Hal ini demi memudahkan pelayanan penumpang," katanya saat dikonfirmasi, Sabtu, 31 Desember 2016.

    Sapto menjelaskan, setidaknya ada 12 kereta api jarak jauh yang mengikuti rekayasa jadwal ini. Dua belas kereta tersebut terdiri atas sembilan kereta reguler dan tiga kereta tambahan. "Dimulai keberangkatan pukul 19.15 sampai 22.15 WIB," ujarnya.

    Kereta yang dimaksud antara lain Sembrani, Tegal Bahari, Argo Parahyangan, Argo Lawu, Cirebon Ekspres, Taksaka, Argo Lawu Tambahan, Argo Anggrek, Purwojaya, serta dua KA tambahan ke Yogyakarta dan Bandung.  Meski begitu, 12 kereta api itu akan tetap berangkat dari Stasiun Gambir sesuai jadwal.

    Sapto mengimbau para penumpang untuk mengantisipasi dan memperkirakan waktu keberangkatan kereta agar tidak tertinggal. "Kami juga sudah menyiagakan petugas di Stasiun Jatinegara untuk membantu pelayanan penumpang di sana," ujar Sapto.

    INGE KLARA SAFITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.