Inflasi 2017, BI: Antisipasi Harga Pangan Bergejolak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Nita Dian

    TEMPO/Nita Dian

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia Agus D.W Martowardojo mengatakan tekanan inflasi pada tahun depan akibat penyesuaian tarif listrik berdaya 900VA bisa diatasi dengan antisipasi di harga pangan bergejolak.

    Harga pangan strategis yang terjaga akan memungkinkan laju inflasi tetap berada di kisaran target 4% +-1%. Pada Desember 2016, BI memproyeksikan laju inflasi sebesar 0,5%-0,6% dengan inflasi keseluruhan tahun ini mencapai 3,2% atau lebih rendah dari tahun lalu sebesar 3,35%.

    "Harga pangan yang mesti kita jaga supaya kalau nanti ada tekanan inflasi karena ada administered prices, total inflasinya masih sesuai dengan yang kita targetkan," katanya, di Jakarta, Senin (19 DEsember 2016).

    Pada bulan ini, inflasi diperkirakan masih berasal dari harga pangan terutama tanaman holtikultura seperti bawang dan cabai. Hujan yang mengguyur menyebabkan gagal panen di sejumlah daerah. Agus berharap ke depan koordinasi pemerintah pusat dan pemerintah tahun daerah bisa semakin baik untuk menjaga inflasi sesuai target.

    "Tahun depan juga ada distribusi elpiji 3 kg di daerah Jawa sampai Bali yang akan ada pengaturan harganya, itu akan memberikan tekanan pada inflasi," ucapnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.