Senin, 17 Desember 2018

Teh Pucuk Harum Hanya 5 Tahun Kuasai Pasar, Ini Strateginya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • tehpucukharum.com

    tehpucukharum.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebagai raksasa produk makanan dan minuman, kemampuan Grup Mayora dalam menguasai pasar memang tidak diragukan. Hal itu  tercermin pada salah satu produk barunya yang diluncurkan lima tahun silam, Teh Pucuk Harum.

    Teh melati dalam kemasan botol plastik itu kini sukses menguasai pasar teh non cup jasmine dengan pangsa mencapai 43 persen. Ini tentu pencapaian yang luar biasa bagi merek yang bisa dibilang masih bau kencur, dibanding para pesaingnya yang telah lebih dulu terjun.

    Lebih hebatnya lagi, pertumbuhan penjualannya pada tahun ini mencapai 39,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ada pun penjualannya mencapai rata-rata 100 juta botol per bulan. “Kami terus berusaha memperlebar gap kami sebagai market leader dengan kompetitor terdekat,” ucap  Riko Sistanto, Direktur Beverages PT Mayora Indah Tbk seperti dikutip dari swa.co.id.

    Riko menyebutkan, merek pesaingnya, Sosro justru mengalami penurunan 7 persen, meskipun dari merek Ultra bertumbuh 14 persen.

    Adapun kapasitas 100 juta botol per bulan dihasilkan dari empat pabrik di Ciawi, Pasuruan, Makassar, dan Palembang. “Bahkan permintaan terhadap produk Teh Pucuk Harum terus bertumbuh, lebih besar dari suplai yang ada, terus terang kami cukup kewalahan tahun ini,” ucap  Riko.

    Baca: 8 Taipan Tak Punya NPWP, Istana: Harus Dikejar 

    Pada akhirnya peningkatan permintaan yang luar biasa ‘memaksa’ Mayora mendirikan satu pabrik baru lagi di Ciherang, Bogor dengan kapasitas 40 juta botol per bulan, atau 40 persen dari kapasitas total keempat pabrik lainnya. Pabrik baru itu pun telah beroperasi sejak September kemarin. “Sekarang permintaan yang over demand, sudah bisa kami penuhi dan sekaligus kami bisa punya kapasitas produksi yang cukup untuk tahun depan,” Riko berujar.

    Keputusan membesarkan Teh Pucuk Harum sendiri tak lepas dari pengamatan Mayora dalam melihat produk teh siap minum sebagai sumber pertumbuhan. Riko menuturkan, tantangan terbesar di pasar produk consumer adalah menyelaraskan produk dengan kecepatan perubahan dinamika konsumen dan pasar.

    Untuk itu Mayora  mengembangkan sistem pemantauan dashboard yang terdiri dari unsur-unsur penting dalam bisnis, seperti pertumbuhan merek yang sehat, brand tracking, numeric distribution, share of voice, top of mind, dan lain-lain. Dengan sistem tersebut Riko, mampu memacu perusahaan  agar selalu merespon perubahan pasar dengan cepat.

    Baca: BTN Akan Luncurkan KPR Mikro untuk Rumah Rp 30 Juta

    Tantangan lainnya adalah dari para pesaing yang dengan cepat meniru setiap langkah pemimpin pasar. Karena itu Mayora berupaya untuk terus melakukan inovasi produk, promosi dan organisasi agar tetap berada di depan kompetisi.

    Selain pasar domestik, menurut Riko, Mayora juga menyasar pasar ekspor ke Timur Tengah dan beberapa negara di Asia lainnya. “ Kami baru penjajakan ke luar negeri. Karena pasar di dalam negeri saja kami masih kewalahan. Tapi nanti setelah  punya kapasitas yang cukup baik, kami bisa ekspansi ke luar negeri dengan lebih serius.”

    SWA.CO.ID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".