Hadapi Liburan, Pertamina Malang Tambah 337.680 Gas Melon

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pertamina memberikan label baru elpiji bersubsidi di kemasan gas 3Kg. TEMPO/Robby Irfani

    Pertamina memberikan label baru elpiji bersubsidi di kemasan gas 3Kg. TEMPO/Robby Irfani

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region V menambah sebanyak 337.680 tabung elpiji tiga kilogram di wilayah Malang raya sebagai antisipasi meningkatnya permintaan selama libur panjang pada 10-12 Desember 2016.

    Area Manager Communication and Relation Marketing Region V, Heppy Wulansari, Jumat mengatakan penambahan pasokan sebanyak 337.780 tabung elpiji bersubsidi itu mulai didistribusikan pada Jumat (9 Desember 2016) dan Senin (12 Desember 2016) sebagai antisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat selama libur panjang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

    "Agar tidak sampai terjadi kelangkaan elpiji bersubsidi selama libur panjang, kami melakukan penambahan pasokan. Penyaluran elpiji, khususnya kemasan 3 kg terus kami lakukan, termasuk pada saat hari libur awal pekan depan (12 Desember 2016)," kata Heppy.

    Dia mengatakan penambahan pasokan akan didistribusikan melalui 55 agen yang tersebar di wilayah Malang raya dan 33 SPBU yang sudah menyediakan layanan produk elpiji 3 kilogram maupun maupun elpiji nonsubsidi.

    Jika ada pangkalan yang tutup pada saat akhir pekan dan libur panjang, masyarakat bisa membeli elpiji di SPBU yang menyediakan elpiji 3 kilogram.

    Lebih lanjut, Heppy mengatakan Pertamina akan terus melakukan monitoring di lapangan untuk melihat ketersediaan pasokan elpiji dan kesesuaian penggunanya. Selain di Malang raya, penambahan pasokan juga dilakukan di seluruh wilayah operasi Pertamina Marketing Operation Region V.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.