Waskita Beton Kantongi Kontrak Baru Rp8,1 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengangkut bahan konstruksi saat melakukan pembuatan tiang pancang (spun pile)  di Pabrik Waskita Beton Precast, Karawang, Jawa Barat, 3 Agustus 2016. ANTARA/Risky Andrianto

    Pekerja mengangkut bahan konstruksi saat melakukan pembuatan tiang pancang (spun pile) di Pabrik Waskita Beton Precast, Karawang, Jawa Barat, 3 Agustus 2016. ANTARA/Risky Andrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Korporasi beton, PT Waskita Beton Precast Tbk., mengantongi kontrak baru sebesar Rp8,1 triliun sepanjang Januari-November 2016 atau melampaui target kontrak baru sepanjang tahun Rp7,9 triliun.

    Direktur Utama Waskita Beton Precast Jarot Subana memaparkan kontrak baru itu berasal dari sejumlah proyek seperti proyek jalan tol Kayu Agung-Palembang-Betung senilai Rp200 miliar, jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi serta proyek kereta ringan (LRT) Palembang Rp70 miliar dan proyek apartemen dan hotel di Cinere serta Cirebon, Jawa Barat.

    “Komposisi proyek-proyek baru berasal dari proyek yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk serta BUMN lain, dan proyek swasta lain seperti pembangunan apartemen, Hotel dan lain-lain,” papar Jarot dalam surat elektronik kepada Bisnis, Rabu (7 Desember 2016).

    Menurutnya, sampai akhir 2016, Waskita Beton akan menggarap sejumlah proyek tambahan seperti jalan tol elevated di Jawa Timur. Proyek itu diharapkan akan diperoleh pada Desember 2016.

    Sebelumnya, kontrak bernilai besar yang diperoleh Waskita Beton Precast berasal dari proyek jalan tol Cimanggis-Cibitung Rp2,3 triliun, jalan tol Pasuruan-Probolinggo Rp500 miliar, jalan tol Pemalang-Batang Rp1,5 triliun, jalan tol Batang-Semarang Rp500 miliar dan LRT Palembang Rp1 triliun.

    Dengan kontrak yang telah diperoleh itu, emiten berkode saham WSBP itu membukukan pendapatan usaha Rp3,06 triliun pada Januari-September 2016 atau meningkat 89,72% dibandingkan dengan Rp1,61 triliun pada periode yang sama 2015.

    Perseroan membukukan laba periode tahun berjalan Rp391,98 miliar pada Januari-September 2016 atau meningkat 85,6% dibandingkan dengan Rp211,12 miliar pada periode yang sama 2015.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.