Pemerintah Berikan Asuransi kepada 1 Juta Nelayan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah nelayan memperbaiki jaringnya saat berada di Pelabuhan Perikanan Pantai Moro, Demak, 15 September 2016. Nelayan lebih memilih memperbaiki jaringnya karena tidak berlayar saat terang bulan. TEMPO/Fajar Januarta

    Sejumlah nelayan memperbaiki jaringnya saat berada di Pelabuhan Perikanan Pantai Moro, Demak, 15 September 2016. Nelayan lebih memilih memperbaiki jaringnya karena tidak berlayar saat terang bulan. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah telah memberikan asuransi kepada satu juta nelayan. Ini dilakukan untuk memberikan jaminan kepada keluarga nelayan.

    "Pemerintah telah memberikan sekitar satu juta asuransi dari Sabang sampai Merauke dengan premi Rp 175 ribu per tahun. Untuk apa? Untuk memberikan jaminan agar, bila terjadi sesuatu pada nelayan di laut, keluarga yang ditinggalkan mendapatkan jaminan kehidupan masa depan, untuk anak dan istrinya," ucap Jokowi dalam siaran pers Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Sabtu, 26 November 2016.

    Presiden Jokowi menuturkan itu saat meresmikan Pelabuhan Untia, Makassar, Sabtu, 26 November 2016.

    Sebelum meresmikan Pelabuhan Untia, Jokowi menyaksikan penyerahan Kartu Asuransi Nelayan kepada 18 orang perwakilan penerima se-Provinsi Sulawesi Selatan serta enam orang perwakilan keluarga penerima Klaim Asuransi Kematian Nelayan.

    Selain itu, diberikan bantuan alat tangkap ikan dan perahu nelayan kepada dua orang perwakilan penerima oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

    Jokowi berujar, premi asuransi bagi nelayan yang diberikan ditanggung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jumlah nelayan yang akan menerima asuransi akan terus ditingkatkan setiap tahun. "Kalau ada anggaran, jadi dua juta nelayan," tutur Presiden.

    Menteri Susi Pudjiastuti mengatakan asuransi bagi nelayan tersebut merupakan bagian dari visi pemerintah yang hendak meningkatkan sektor kelautan dan perikanan nasional. Susi menyatakan ini merupakan bukti komitmen pemerintah sesuai dengan Undang-Undang Perikanan untuk melindungi para nelayan.

    "Kehidupan nelayan rentan kalau kepala keluarganya terjadi apa-apa. Negara harus hadir, wajib hadir," ucap Susi.

    Asuransi tersebut akan memberikan jaminan sebesar Rp 200 juta bagi nelayan yang meninggal saat berada di laut, Rp 160 juta bagi nelayan yang mengalami kecelakaan kerja, Rp 80 juta bagi nelayan yang mengalami cacat, dan Rp 20 juta sebagai plafon untuk pengobatan.

    Selain itu, diberikan bantuan berupa lima kapal penangkap ikan 3 gross tonnage (GT) senilai Rp 768,24 juta dan beberapa jenis bantuan bagi para nelayan lain.

    Acara peresmian Pelabuhan Untia dihadiri juga oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi, dan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo.

    AMIRULLAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.