Dukung Gagasan GWM Primer, BCA: Bank Bisa Tarik Likuiditas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menara Bank Central Asia (BCA. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Menara Bank Central Asia (BCA. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.COJakarta - Direktur Utama Bank Central Asia (BCA) Jahja Setiaatmadja mendukung gagasan kebijakan baru Bank Indonesia (BI), yaitu implementasi sistem Giro Wajib Minimum Primer (GWM Averaging) tahun depan.

    Menurut Jahja, kebijakan itu baik untuk menjaga likuiditas di pasar uang antarbank. "Likuiditas ke depan akan lebih ketat kalau proyek infrastruktur semua bekerja. Jadi bank bisa menarik likuiditas dari BI," ujar Jahja saat ditemui setelah menghadiri pertemuan tahunan Bank Indonesia 2016 di Jakarta Convention Center, Senayan, Selasa, 22 November 2016.

    Jahja menambahkan, dengan aturan kebijakan baru itu, likuiditas menjadi lebih fleksibel. "Ada kemungkinan bank bisa menarik likuiditas dari BI. Daripada mati, mendingan kita manfaatkan," ucapnya.

    Baca: Heboh Isu Rush Money di Perbankan, Siapa yang Bermain?

    Namun, jika likuiditas sudah memadai, menurut Jahja, tidak perlu dilakukan penarikan likuiditas tambahan. Kebijakan GWM Averaging ini juga dapat mendorong efisiensi. "Karena pakai uang sendiri. Untuk bank yang likuiditas ketat, dia pakai cadangan GWM sendiri, daripada dia pinjam di pasar kan bunganya lebih mahal," ucapnya. 

    Meskipun tak berpengaruh secara langsung terhadap dana pihak ketiga (DPK) perbankan, kata Jahja, dengan adanya likuiditas yang mencukupi, suku bunga deposito tidak perlu dinaikkan. "Dari segi cost bisa lebih efisien." Secara keseluruhan, Jahja memperkirakan DPK pada 2017 bisa tumbuh 5-8 persen.
    .
    Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo mengatakan sistem GWM Averaging akan diperkenalkan, dan rencananya mulai diimplementasikan di semester kedua 2017.

    Agus menjelaskan, dengan adanya sistem GWM Averaging, pendalaman pasar uang ke depan akan lebih baik. Selain itu, tujuan utamanya adalah menciptakan fleksibilitas dalam likuiditas perbankan.

    Simak: Heboh Isu Rush Money di Perbankan, Siapa yang Bermain?

    Dengan demikian, Agus berharap, kegiatan pasar uang antarbank lebih aktif dan pengelolaan perbendaharaan (treasury) perbankan dapat berjalan lebih efisien. "GWM Averaging membuat bank tidak perlu setiap hari menjaga secara minimum. Dia cukup membuat rata-rata di akhir atau awal periode GWM lebih tinggi atau mencapai persyaratan," katanya.

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?