Transjakarta Apresiasi Keterlibatan Swasta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara sepeda motor dan mobil memasuki jalur Transjakarta ketika melintasi Kawasan Senen, Jakarta, 26 Juli 2016. ANTARA/Wahyu Putro A

    Pengendara sepeda motor dan mobil memasuki jalur Transjakarta ketika melintasi Kawasan Senen, Jakarta, 26 Juli 2016. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Transportasi Jakarta Budi Kaliwono mengapresiasi keterlibatan sejumlah pengusaha properti di Kota Bekasi, Jawa Barat, dalam penyediaan fasilitas penunjang bagi operasional transportasi massal Transjakarta bagi warganya.

    "Inisiatif PT Summarecon Agung Tbk dan PT Hasanah Damai Putra dalam menyiapkan fasilitas penunjang Transjakarta perlu diapresiasi oleh kita atas semangatnya mendorong peralihan kendaraan pribadi ke angkutan umum massal," katanya di Bekasi, Rabu, 16 November 2016.

    Hal itu dikatakannya usai meresmikan operasional Transjakarta rute Summarecon-Tanjung Priuk dan Summarecon-Bundaran Hotel Indonesia di kawasan Summarecon Bekasi, Rabu, 16 November 2016 siang.

    PT Summarecon Agung mendukung pemanfaatan Transjakarta dengan menyediakan fasilitas pendukung operasional Transjakarta berupa pendirian halte serta penyediaan lahan parkir khusus pengguna Transjakarta secara cuma-cuma.

    "Sebelumnya, sudah ada juga Kota Harapan Indah Bekasi yang dikelola PT Hasanah Damai Putra yang meneruskan akses Transjakarta hingga kawasan permukiman. Namun yang sudah memenuhi konsepnya secara lengkap dengan penyediaan park and ride baru di Summarecon Bekasi," katanya.

    Keterlibatan swasta dalam upaya meminimalisasi kemacetan ibukota dengan menggunakan Transjakarta, kata dia, merupakan kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

    Pemerintah diuntungkan dengan berkurangnya titik kemacetan, sedangkan pihak swasta diuntungkan dengan mobilitas para penumpang trasportasi massal itu di area bisnis mereka.

    Pihaknya saat ini tengah mengupayakan penambahan titik halte di antara Summarecon dan tol Bekasi Barat agar warga yang akan memanfaatkan bus Transjakarta mendapatkan kemudahan untuk mengakses layanan tersebut.

    "Bus kami cukup tinggi, meskipun bisa diakses dari pintu depan, tapi jika disiapkan halte yang tingginya disesuaikan dengan posisi pintu bus, tentu penumpang akan lebih nyaman," katanya.

    Budi menambahkan, sejauh ini pihaknya baru mengoperasikan 1.000 unit bus untuk melayani 400 ribu penumpang setiap harinya, yang sebanyak 20.000 di antaranya merupakan warga Kota Bekasi.

    Namun ia mengaku tengah mempersiapkan penambahan hingga 3.000 armada demi memaksimalkan pelayanan.

    "Dengan tambahan bus, ketersediaan armada yang semula hadir per 15 menit bisa dipersingkat menjadi tiap 5 menit sekali," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.