Pikat Nasabah, Asosiasi Reksa Dana Luncurkan Program IURAN

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) Denny R. Thaher saat memberikan keterangan pers di Gedung Equity, SCBD, Jakarta Selatan, Rabu, 26 Oktober 2016. Tempo/Destrianita

    Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) Denny R. Thaher saat memberikan keterangan pers di Gedung Equity, SCBD, Jakarta Selatan, Rabu, 26 Oktober 2016. Tempo/Destrianita

    TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) resmi meluncurkan program Investasi Untuk Rencana Anda (IURAN). Dengan program investasi ini, APRDI berharap  tingkat literasi dan utilitas keuangan pasar modal khususnya reksa dana dapat bertambah.

    "Kami ingin memperluas basis investor dan memperluas market baru, karena baru ada 361 ribu investor dan kami ingin menambah melalui program yang kami rencanakan," ujar Pengurus Kompartemen Sosialisasi dan Edukasi APRDI Rudiyanto saat memberikan paparan di Gedung Equity, SCBD, Jakarta Selatan, Rabu, 26 Oktober 2016.

    Rudiyanto menjelaskan, melalui program ini, manajer investasi dan Agen Penjual reksadana yang memiliki program investasi berkala dapat  berpartisipasi mengelola dana nasabah dalam bentuk investasi reksa dana. "Selain itu, dari sisi masyarakat, mereka dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, karena literasi mereka masih rendah untuk berinvestasi di pasar modal," katanya.

    Kriteria program Investasi IURAN mencakup dua jenis reksa dana, yakni konvensional dan syariah, dengan jangka waktu investasi 3 tahun, 5 tahun, 7 tahun, 10 tahun, 15 tahun, dan 20 tahun. Dengan mengikuti program ini calon nasabah reksa dana dapat mulai berinvestasi dengan jumlah minimal Rp 100 ribu yang bisa didebet secara berkala dari rekening tabungan mereka.

    Adapun program IURAN yang bisa sipilih terdiri dari dua jenis yakni IURAN pendidikan anak, yang merupakan program investasi berkala yang difokuskan untuk penyediaan dana dengan tujuan persiapan pendidikan anak di masa mendatang, dan IURAN pensiun, yang difokuskan untuk penyediaan dana untuk tujuan persiapan pensiun.

    APRDI berharap program ini nantinya dapat menanamkan disiplin berinvestasi pada investor reksa dana sejak dini, sehingga tujuan keuangannya bisa tercapai di tengah volatilitas pasar. "Kami ingin investor reksa dana tidak melakukan transaksi jual beli dalam jangka pendek dalam berinvestasi di reksa dana," ujar Ketua APRDI Denny R. Thaher.

    Per 26 Oktober 2016, IURAN reksa dana telah didukung oleh 28 perusahaan manajer investasi. Selaun itu mereka juga mensosialisasikan program melalui agen penjual reksa dana dan program edukasi InvestorReady untuk memberikan edukasi kepada investor dan calon investor reksa dana mengenai perencanaan keuangan dan tata cara berinvestasi di reksa dana yang benar.

    Melalui program IURAN ini, APRDI menargetkan kenaikan jumlah investor nasabah reksa dana hingga 100 persen hingga akhir 2016. "Latar belakangnya karena kami melihat pertumbuhan reksa dana itu sudah sangat bagus, udah ada 300 ribuan investor. Selesai 2016 bisa 600 ribu investor," ujar Denny R. Thaher.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.