IHSG Naik Tipis 5.10 Poin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi seorang pialang saat memantau pergerakan saham IHSG pada layar monitor di Mandiri Sekuritas, Jakarta, 8 April 2016. TEMPO/Tony Hartawan

    Ekspresi seorang pialang saat memantau pergerakan saham IHSG pada layar monitor di Mandiri Sekuritas, Jakarta, 8 April 2016. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) naik 5,10 poin atau 0,09 persen menjadi 5.416,10 poin pada awal perdagangan Selasa pagi, sementara para pelaku pasar mengantisipasi laporan kinerja emiten kuartal III 2016.

    Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 1,28 poin (0,14 persen) menjadi 931,21.

    "IHSG BEI bergerak mendatar, fokus pelaku pasar di dalam negeri sedang tertuju pada laporan laba perusahaan," kata Wakil Presiden Riset dan Analisis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere.

    Jika sentimen positif muncul dari hasil laporan laba perusahaan kuartal III 2016, ia mengatakan, maka IHSG BEI berpotensi melanjutkan penguatan.

    Ia menjelaskan bahwa pelaku pasar juga sedang fokus mengamati proses pemilihan presiden Amerika Serikat.

    Meski pun bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) independen, tetapi pergantian rezim akan memengaruhi kebijakan moneter ke depan.

    "Kebijakan The Fed tidak lepas menjadi perhatian pemerintah Indonesia dan investor, karena dapat memengaruhi stabilitas keuangan nasional," katanya.

    Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan sentimen positif dari bursa regional masih minim.

    Indeks Hang Seng dan Strait Times pagi ini bergerak mendatar dengan kecenderungan menurun.

    "Pemodal sebaiknya tetap berhati-hati dalam mengambil posisi, terutama ketika tren jangka pendek IHSG masuk dalam area penurunan," katanya.

    Di kawasan, indeks Hang Seng melemah 49,88 poin (0,21 persen) ke level 23.554,20; indeks Nikkei naik 103,59 poin (0,60 persen) ke level 17.338,01; dan Straits Times melemah 1,19 poin (0,05 persen) posisi 2.855,29.


    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.